6 Cara Untuk Membantu Anak Tidur Nyenyak Saat Bepergian

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Mempersiapkan perjalanan atau liburan keluarga pasti membuat Anda semangat—pikirkan saja semua kesenangan yang akan Anda miliki! Tetapi liburan dengan anak-anak dapat dengan mudah menjadi serba salah jika jadwal tidur mereka rusak, terutama anak yang masih bayi. Berikut adalah tips untuk membantu menghadapi anak atau membuat mereka tidur saat bepergian.

1. Jika bisa, hindari terbang saat tidur siang atau tidur

Hal ini jelas tidak selalu memungkinkan, tetapi merupakan hal ideal. Bayi dapat tidur di pesawat, tetapi karena Anda terbatas pada ruang kecil, mungkin akan sulit untuk membujuk bayi yang rewel atau balita untuk tidur. Tidur siang dalam perjalanan juga tidak pernah nyenyak, jadi bahkan jika bayi Anda tidur, mereka mungkin akan terbangun. Jika memungkinkan, rencanakan tidur siang sebelum penerbangan. Dengan begitu Anda bepergian dengan anak yang bahagia dan cukup istirahat.

2. Jika Anda harus terbang saat jam tidur siang atau tidur malam…

Bawalah benda di rumah yang familiar bagi anak Anda saat bepergian—khususnya barang yang membuat mereka tidak dapat tidur tanpanya. Baik itu selimut bayi, dot, atau boneka, selalu kemas barang-barang yang familiar bagi mereka ini dan masukkan pada tas yang mudah diakses saat bepergian. Perasaan memiliki sesuatu yang familiar di tempat asing akan membantu mereka merasa lebih nyaman dan damai, yang juga akan membuat waktu tidur menjadi lebih mudah.

3. Mulai berkendara dengan mobil tepat sebelum tidur siang

Pastikan anak-anak Anda telah selesai bermain dan makan (dan pergi ke kamar mandi!) tepat sebelum masuk ke mobil. Nyalakan musik yang menenangkan dan biarkan suara dan gerakan mobil membuat bayi Anda tertidur. Melakukan perjalanan panjang dengan berkendara mobil tepat saat waktu tidur siang akan menjadikan perjalanan paling damai yang akan Anda miliki. Anda juga bisa pergi di pagi hari pada jam sebelum anak biasanya bangun di pagi hari. Pindahkan bayi Anda yang sedang tidur ke kursi mobil sebelum Anda siap untuk pergi. Keuntungan memulai perjalanan di pagi hari? Jalanan tidak macet dan anak Anda kemungkinan besar akan bangun setelah setengah perjalanan sudah lewat!

4. Kenakan piyama pada anak Anda

Tidur saat bepergian akan terasa kurang nyaman, jadi jika Anda ingin membantu anak-anak Anda tidur saat mereka bepergian, lakukan sebanyak yang Anda bisa untuk membuat mereka merasa nyaman. Bepergian dengan piyama dalam perjalanan darat atau naik pesawat terbang dapat membantu anak Anda tidur lebih nyenyak dalam perjalanan. Kapan lagi seseorang dapat bepergian dengan piyama di tempat umum kalau bukan ketika mereka masih kecil? Hal ini juga akan dapat menjadi kenangan yang menyenangkan.

5. Masukkan waktu istirahat ke dalam rencana perjalanan Anda

Bayi dan balita memiliki temperamen yang sensitif. Mereka dapat merasakan semua stres dan kegembiraan yang disebabkan oleh liburan dan menjadi mudah kewalahan dengan berbagai kegiatan liburan. Hal ini akan membuatnya sulit untuk tertidur saat bepergian. Dalam perjalanan apapun, penting untuk menyisihkan waktu “berhenti” atau istirahat untuk anak Anda baik itu perjalanan panjang untuk mengunjungi kerabat atau sekedar bertamasya singkat ke pantai. Anda akan terkejut dengan betapa sedikit perencanaan ekstra yang Anda butuhkan agar anak Anda cukup tidur yang lelap selama perjalanan Anda.

6. Pastikan anak tidak keluar dari jadwal rutin mereka

Agar anak-anak berfungsi dengan sebaik-baiknya setiap hari, harus ada rutinitas yang ditetapkan bagi mereka—terutama dalam hal tidur. Saat bepergian, cobalah untuk tetap pada jadwal rutin Anda sebanyak yang Anda bisa. Mulailah hari di sekitar waktu yang sama Anda seperti ketika Anda berada di rumah, jagalah agar waktu makan dan tidur siang mereka juga tetap pada waktu yang sama setiap hari, dan yang paling penting, jangan biarkan anak-anak Anda terjaga melebihi waktu tidur mereka yang biasanya.

Mungkin sulit untuk membuat anak-anak Anda tidur ketika Anda sedang dalam perjalanan. Tetapi yakinlah bahwa dengan perencanaan yang cerdas bahkan sebelum Anda meninggalkan rumah, membuat anak-anak Anda tidur nyenyak benar-benar dapat dicapai!

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Panduan Memberi MPASI Untuk Bayi

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Ketika ASI tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, harus ada makanan yang ditambahkan untuk anak. Peralihan dari pemberian hanya ASI menjadi makanan biasa membutuhkan makanan pendamping ASI atau biasa disebut MPASI. Biasanya bayi akan mulai membutuhkan MPASI mulai dari usia 6 hingga 18 – 24 bulan, yang juga merupakan periode yang sangat rentan karena periode ini adalah waktu ketika malnutrisi mulai dapat banyak terjadi pada bayi.

Pemberian MPASI harus tepat waktu, artinya semua bayi harus mulai menerima makanan selain ASI sejak usia 6 bulan ke atas. MPASI yang diberikan juga harus memadai, yang berarti dalam jumlah, frekuensi, konsistensi, dan menggunakan berbagai makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak yang sedang tumbuh sambil tetap menyusui.

Berikut adalah panduan MPASI berdasarkan rekomendasi dari WHO (World’s Health Organization).

1) Usia 0 – 6 bulan

Anak usia 0-6 bulan hanya mengkonsumsi ASI secara khusus. Susu formula bisa menjadi pengganti, akan tetapi jauh lebih disarankan untuk memberi ASI pada bayi.

2) Usia 6 – 8 bulan

Pada usia 6 hingga 8 bulan, bayi tetap mendapatkan ASI dengan mulai dapat diberikan MPASI. Pemberian MPASI dilakukan 2 – 3 kali dalam sehari dengan takaran sekitar 2 atau 3 sendok makan. Ingatlah bahwa pada rentang usia ini, makanan yang Anda sediakan untuk bayi Anda harus memiliki tekstur lembut dan telah disaring sehingga mudah untuk ditelan.

3) Usia 9 – 11 bulan

Bayi tetap mendapatkan ASI, namun takaran MPASI bertambah menjadi sekitar 125 – 200 ml dan jadwal makan dapat menjadi 3 – 4 kali. Menu makanan yang diberikan untuk anak dapat sama dengan orang dewasa, hanya saja Anda harus membuatnya menjadi mudah untuk dikonsumsi oleh anak. Anda dapat mengolah dengan cara memotong kecil-kecil, diiris, atau ditumbuk agar lunak.

4) Usia 12 – 24 bulan

Untuk usia 1 tahun ke atas, Anda masih bisa melanjutkan pemberian ASI hingga usianya mencapai sekitar 2 tahun. Takaran MPASI perlu ditambah menjadi sekitar 200 hingga 250 ml. Frekuensi pemberian makan dapat dilakukan 3-4 kali dan bahan makanan sama dengan orang dewasa namun masih perlu untuk diiris dan dipotong kecil-kecil.

Selain itu, perlu diingat untuk melihat respon anak saat makan. Ada anak berusia sekitar 6 sampai 24 bulan yang memilih untuk tidak menyusu lagi dan hanya menerima makanan. Jika anak Anda memilih MPASI, jangan lupa untuk menambah takaran makanan agar dapat seimbang dengan jumlah ASI yang seharusnya dikonsumsi.

Selain MPASI, Anda juga dapat memberikan makanan selingan untuk anak berupa buah atau finger food. Anda dapat membaca artikel yang telah kami bahas sebelumnya mengenai apa itu finger food dan cara membuatnya di sini. Semoga bermanfaat!

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Pentingnya Mengetahui Waktu Untuk Mencerna Makanan

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Tahukah Anda bahwa semua makanan dicerna dalam tubuh pada waktu yang berbeda? Lamanya waktu pencernaan makanan adalah seberapa lama mereka berada di perut sebelum melewati usus. Sangat penting untuk memahami waktu pencernaan makanan yang berbeda untuk menghindari masalah pencernaan atau rasa tidak nyaman.

Jika Anda menderita sindrom iritasi usus besar, ada baiknya untuk memeriksa lamanya waktu pencernaan makanan. Hal ini dilakukan agar tidak membuat masalah usus besar Anda menjadi semakin parah dengan mengkonsumsi makanan yang memiliki kecepatan yang berbeda untuk dicerna.

Berikut ini akan kami bahas lama waktu pencernaan yang dimiliki oleh berbagai jenis makanan. Namun perlu diingat bahwa waktu yang tertera adalah hanya perkiraan karena waktu pencernaan yang tepat tergantung pada orang dan usia mereka, kesehatan, metabolisme dan banyak faktor lainnya.

Air

Saat perut kosong, air akan segera pergi dan masuk ke usus. Dianjurkan untuk minum segelas air terlebih dahulu di pagi hari sebelum makan makanan apa pun untuk menghidrasi diri Anda dengan cepat. Minumlah air setengah jam sebelum makan, bukan karena pencernaan tetapi untuk mencegah air membasuh nutrisi.

Jus dan Kaldu

Jus atau kaldu tidak mengandung serat dan akan dicerna dalam waktu sekitar 15-20 menit. Jus segar adalah cara yang baik untuk mendapatkan banyak vitamin dan mineral dari buah dan sayuran yang dapat diserap dengan cepat. Demi alasan kesehatan, disarankan untuk mengkonsumsi jus yang mengandung setidaknya 50% sayuran untuk mencegah terlalu banyak gula buah.

Buah-buahan

Semangka dicerna dalam 20 menit dan melon lainnya memakan waktu 30 menit. Jeruk, jeruk bali, anggur, dan pisang juga membutuhkan waktu 30 menit. Sebagian besar buah lain seperti apel, pir, ceri, plum, dan kiwi membutuhkan waktu 40 menit untuk dicerna.

Jika Anda ingin mengkonsumsi banyak jenis buah-buahan secara bersamaan, dianjurkan untuk hanya mengkonsumsi yang dapat dicerna dalam waktu yang sama untuk menghindari masalah pencernaan. Karena alasan ini, semangka harus selalu dimakan sendiri.

Sayur-sayuran

Sayuran yang mengandung banyak air seperti selada, mentimun, paprika, tomat, dan lobak dicerna dalam 30 menit.

Sayuran hijau dan sayuran antioksidan seperti kangkung, brokoli, kembang kol yang dimasak, dicerna dalam 40 menit.

Sayuran berakar (tidak termasuk kentang) seperti bit dan wortel, dicerna dalam 50 menit.

Sayuran bertepung seperti jagung, ubi jalar, dan kentang dicerna dalam 60 menit.

Gandum dan Karbohidrat

Nasi merah, gandum, dan maisena membutuhkan waktu 90 menit untuk dicerna.

Kacang dengan karbohidrat tinggi membutuhkan waktu sekitar 120 menit untuk dicerna. Ini termasuk kacang hitam, buncis, kacang merah dan kacang kedelai.

Biji dan Kacang-kacangan

Semua biji dengan kadar lemak tinggi seperti biji bunga matahari, labu, wijen membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk dicerna. Dianjurkan untuk merendam biji terlebih dahulu untuk membantu pencernaan.

Kacang biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk dicerna. Ini termasuk kacang polong dan kacang-kacangan lainnya seperti kacang almond, kacang mete, dan kenari.

Daging dan Susu

Susu skim dan produk keju rendah lemak dicerna dalam waktu 90 menit. Keju lunak membutuhkan 2 jam sementara keju keras memakan waktu 5 jam.

Kuning telur membutuhkan 30 menit dan telur utuh 45 menit.

Ikan tidak berminyak membutuhkan 30 menit dan ikan berminyak 50 menit.

Ayam dan kalkun membutuhkan 2 jam, daging sapi dan kambing 4 jam, dan daging babi 5 jam.

Berikut akan kami berikan rangkuman dan beberapa saran yang sebaiknya Anda lakukan dengan daftar makanan di atas.

  • Selalu makan buah sebelum makanan utama karena buah dapat dicerna lebih cepat.
  • Hindari jus buah murni dan mengandung setidaknya 50% sayuran dalam jus segar untuk menghindari terlalu banyak gula.
  • Jangan terlalu menekan tubuh Anda dengan banyak makan makanan dengan waktu pencernaan yang lama baik pada pagi atau malam hari. Hal ini bisa menyebabkan insomnia.
  • Jam makan siang adalah waktu terbaik untuk mengkonsumsi berbagai makanan dengan waktu pencernaan yang berbeda.

Perlu diingat sekali lagi bahwa bahwa waktu pencernaan yang tertera di atas adalah perkiraan kasar dan tetap tergantung pada keadaan individu. Jika Anda merasa memiliki gangguan pada pencernaan, segeralah hubungi dokter Anda. Semoga bermanfaat!

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Kapan Bayi Bisa Mulai Makan Telur?

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Dokter anak dahulu merekomendasikan menunggu untuk memperkenalkan telur ke makanan bayi karena masalah alergi, namun rekomendasi saat ini mengatakan tidak ada alasan untuk menunggu.

Anda dapat mulai memberikan telur bayi Anda sebagai salah satu makanan pertama mereka, asalkan Anda memperhatikan reaksi alergi dan sensitivitas lainnya.

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang manfaat dan resiko memasukkan telur ke bayi Anda, dan saran bagaimana menyiapkan telur untuk makanan mereka.

Manfaat Telur

Telur banyak tersedia di sebagian besar toko dan pasar. Harganya tidak mahal dan mudah disiapkan, selain itu telur dapat dimasukkan dalam berbagai hidangan untuk sarapan. Dan hal yang lebih baik lagi, setiap telur mengandung sekitar 70 kalori dan 6 gram protein.

Kuning telur, khususnya, mengandung 250 miligram kolin yang membantu aktivitas sel berjalan secara normal. Kolin juga membantu fungsi hati dan mengangkut nutrisi ke area lain di seluruh tubuh, dan bahkan dapat membantu memori bayi Anda.

Apa Risiko Telur Bagi Bayi?

Beberapa makanan dikenal sebagai salah satu penyebab paling umum dari reaksi alergi pada bayi dan anak-anak, dan salah satunya adalah telur.

Kuning telur tidak mengandung protein yang terkait dengan reaksi alergi. Putih telur, di sisi lain, mengandung protein yang berpotensi menghasilkan reaksi alergi ringan hingga parah.

Bayi yang terpapar telur setelah ulang tahun pertama mereka pada kenyataannya lebih mungkin untuk mengembangkan alergi telur daripada bayi-bayi yang diperkenalkan pada telur pada usia antara 4 hingga 6 bulan.

Tanda-Tanda Reaksi Alergi Atau Sensitivitas

Ketika seseorang memiliki alergi makanan, tubuh mereka akan merespons makanan seolah-olah itu berbahaya bagi tubuh. Beberapa sistem kekebalan anak-anak tidak sepenuhnya berkembang dan mungkin tidak dapat menangani protein tertentu dalam putih telur. Akibatnya, jika terkena telur, mereka mungkin merasa sakit, ruam, atau mengalami gejala reaksi alergi lainnya.

Reaksi alergi dapat mempengaruhi kulit, sistem pencernaan, pernapasan, atau kardiovaskular. Gejala-gejalanya mungkin termasuk:

  • gatal-gatal, bengkak, eksim, atau memerah
  • diare, mual, muntah, atau sakit
  • gatal di sekitar mulut
  • pilek atau sulit bernapas
  • detak jantung yang cepat, tekanan darah rendah, dan masalah jantung

Tingkat keparahan gejala tergantung pada sistem kekebalan anak Anda dan jumlah telur yang dikonsumsi. Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi mungkin mengalami reaksi yang lebih serius yang disebut anafilaksis. Gejala anafilaksis termasuk masalah pernapasan dan penurunan tekanan darah. Anafilaksis adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan bantuan medis segera.

Kecenderungan memiliki alergi seringkali bersifat turun-temurun. Jika seseorang dalam keluarga Anda alergi terhadap telur, Anda mungkin perlu berhati-hati saat memperkenalkan telur pada bayi Anda.

Jika bayi Anda menderita eksim parah, Anda juga dapat berhati-hati dalam memperkenalkan telur, karena ada hubungan antara kondisi kulit ini dan alergi makanan.

Jika bayi Anda alergi terhadap telur, ada kemungkinan mereka dapat mengatasi alergi mereka di kemudian hari. Banyak anak yang tidak mengalami alergi telur lagi pada usia 5 tahun.

Bagaimana Cara Mengenalkan Telur

Dari usia 7 bulan ke atas, bayi Anda harus makan antara satu dan dua sendok makan protein dua kali sehari.

Saat memperkenalkan makanan baru kepada bayi, selalu merupakan ide bagus untuk menambahkannya secara perlahan dan satu demi satu. Dengan begitu Anda dapat melihat potensial pada reaksi alergi dan makanan apa yang menyebabkannya.

Salah satu cara untuk memperkenalkan makanan adalah menunggu selama empat hari. Untuk melakukan ini, perkenalkan anak Anda telur di hari pertama. Kemudian tunggu empat hari sebelum menambahkan sesuatu yang baru ke dalam makanan mereka. Jika Anda melihat adanya reaksi alergi atau sensitivitas lainnya, hubungi dokter anak Anda.

Cara pertama yang baik untuk memulai memperkenalkan telur adalah dengan kuning telur saja. Berikut adalah beberapa ide cara menambahkan kuning telur ke makanan anak Anda:

  • Rebus telur, kupas kulitnya, dan keluarkan kuning telurnya. Hancurkan bersama dengan ASI, susu formula, (atau susu murni jika bayi Anda berusia di atas 1 tahun).
  • Pisahkan kuning telur dari telur mentah. Panaskan wajan goreng dengan sedikit minyak atau mentega. Orak-arik kuning telur dengan ASI atau susu murni. Anda juga dapat menambahkan satu sendok makan bubur sayuran yang sudah termasuk dalam menu makanan bayi Anda.
  • Pisahkan kuning telur dari telur mentah. Gabungkan dengan setengah cangkir oatmeal matang dan buah-buahan atau sayuran. Orak-arik sampai matang, kemudian potong atau robek menjadi potongan-potongan kecil.

Setelah anak Anda berusia satu tahun atau dokter anak Anda sudah memberi ijin untuk anak Anda memakan seluruh telur, Anda dapat mencoba mengorak-arik seluruh telur dengan ASI atau susu murni. Anda juga bisa menambahkan telur utuh ke pancake, wafel, dan makanan panggang lainnya.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

10 Manfaat Berkebun Untuk Anak

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Banyak kegiatan untuk dilakukan anak yang dapat membantu mereka mengekspresikan diri dan juga memuaskan rasa ingin tahu seorang anak. Berkebun adalah salah satu kegiatan yang tepat untuk mewujudkan hal tersebut. Hanya dengan sekedar menanam benih di pot bunga, atau merawat taman dan kebun di rumah Anda, atau kegiatan berkebun lainnya ternyata dapat memberi manfaat juga untuk anak Anda. Berikut adalah 10 manfaat berkebun untuk anak!

(1) Berkebun melibatkan semua indera. Remas tangan Anda di tanah. Bagaimana rasanya? Mari kita tambahkan air. Seperti apa bentuknya sekarang? Bagaimana aroma bunga itu? Kita menanam sayuran, mari kita makan dan lihat bagaimana rasanya! Dengarkah bunyi sayuran itu saat kita menggigitnya? Seperti yang Anda lihat, mudah untuk memasukkan permainan sensorik ke dalam aktivitas berkebun!

(2) Berkebun mendorong anak untuk makan sehat. Apakah anak Anda menolak makan saat melihat sayur? Cobalah menanam satu sayuran dari benih. Anak Anda akan sangat bangga telah menanam makanan, dan mereka mungkin akan cukup penasaran untuk mencicipi buah dari hasil kerja mereka. Siapa tahu sayur tersebut menjadi favorit baru mereka!

(3) Berkebun meningkatkan perkembangan motorik halus. Mulai dari mengambil biji kecil, mencabut rumput liar, hingga merawat bibit serta tanaman dengan lembut–semua ini mendorong perkembangan keterampilan motorik halus di setiap langkahnya.

(4) Berkebun memperkenalkan anak pada konsep-konsep ilmiah. Apa yang membuat daun berwarna hijau? Apa yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh subur? Berapa banyak air yang dibutuhkan tanaman? Jelajahi sains bersama sambil berkebun dan buktikan bahwa belajar itu menyenangkan!

(5) Berkebun dapat memupuk ikatan keluarga. Mencari kegiatan keluarga yang bagus? Berkebun adalah jawaban Anda! Lebih banyak orang membuat pekerjaan lebih ringan dan meskipun berkebun jelas bisa menjadi pekerjaan yang membutuhkan banyak waktu, melakukannya bersama-sama dengan keluarga membuatnya jadi menyenangkan. Anda bisa mencoba membuat “kebun pizza” – yang menumbuhkan bahan-bahan pizza yang disukai setiap anggota keluarga, seperti tomat untuk saus, bawang untuk ibu dan ayah, dan paprika hijau untuk anak-anak. Pizza dapat menjadi makan malam Anda saat panen!

(6) Berkebun mengajarkan tanggung jawab. Tanaman membutuhkan banyak perawatan. Lupa untuk menyirami mereka dapat menyebabkan kematian bagi tanaman Anda. Tidak memperhatikan apakah tanaman Anda tumbuh subur dalam cahaya langsung atau tidak langsung juga dapat mempengaruhi kesehatan tanaman Anda. Mempelajari cara merawat tanaman dengan baik adalah pelajaran hebat untuk melatih tanggung jawab anak.

(7) Berkebun membantu belajar merencanakan dan mengatur. Beberapa tanaman tumbuh lebih baik pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Ada tanaman lain yang tumbuh dengan baik di sebelah tanaman lain yang spesifik. Beberapa tumbuh dengan baik dalam barisan, sementara yang lain seperti biji bunga liar dapat ditaburkan di sekitarnya. Berkebun adalah kesempatan untuk mengobrol dengan anak-anak Anda tentang cara terbaik untuk merencanakan dan mengatur taman. Setelah ditanam, tentukan siapa yang akan merawat tanaman setiap harinya.

(8) Berkebun membantu anak untuk peduli lingkungan. Begitu anak-anak melihat berapa banyak waktu dan upaya yang harus dilakukan dalam berkebun, mereka mungkin akan menjadi lebih berempati terhadap mereka yang menyiapkan makanan di meja kita setiap hari. Gunakan waktu ini untuk berbicara tentang pentingnya petani lokal dan merawat bumi kita dengan mendaur ulang serta tidak membuang sampah sembarangan.

(9) Berkebun mengembangkan keterampilan berhitung. Berapa banyak benih yang bisa Anda tanam di setiap baris? Berapa banyak bibit yang bisa muat di setiap petak kebun? Berapa banyak air yang dibutuhkan oleh masing-masing tanaman dalam pot? Matematika adalah bagian besar dari berkebun!

(10) Berkebun mengajarkan kesabaran. Pertumbuhan dari benih menjadi tanaman dewasa bisa memakan waktu berminggu-minggu. Tidak ada guru yang lebih baik untuk mengajarkan kesabaran daripada berkebun. Selain itu, hasil dari berkebun selalu pantas dan menyenangkan untuk kita tunggu!

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather