What A Prayer!

20160715

Not to cry when I lose the game.
“I was praying not to cry when I lose the game ….”

Once there was a boy who was participating in toy-car racing. It was so hilarious that day since it was the final of the competition. There were only four participants left and each of them was displaying his self made toy car he owned as it was stated in the rules of the game.

There was a boy called Mark. His toy-car was not so special, but it was one of the four toy-cars in the final. Compared with the others, Mark’s was considered the most imperfect. Some children doubted its power to compete with others. With simple wooden decoration with a blinking light on top of it, was certainly incomparable with luxury decoration of others. Yet Mark was still proud of his own since he did make it himself.

There came the day which was being awaited; the final session of the toy-car racing. All the finalists got ready along the start line to push their cars as strongly and fast as possible. Each racing toy-car, with its small ”racer” was ready on its track. The circuit was a circle with four separate tracks. Mark, however, before the race began, requested that he be allowed to have some moment to do something; then appeared some movement on his lips as if he was praying.

He closed his eyes, he held both of his hands together praying. Then, a minute later , he said, “ Yes, I am ready” Bang!! The race began. With their full power, they pushed their toy-cars. All the toy-racing cars moved very fast.

Everybody cheered with full spirit, favoring their own to be the winner. “Go! Go! Come on! Speed up!”, shouted them.
Well …the flag in the finish line was waved and the winner had to be decided. It was Mark who was the winner. Everybody was happy and so was Mark. He uttered silently. ‘Thanks”

In the ceremony of presenting the trophy, Mark came forward with full of pride. Before submitting the trophy, the head of the committee asked, “Hi the champion, you must have prayed to God in order that you win the race, mustn’t you?”
Mark kept silent for a moment and then said, “No Sir. That was not the thing I was praying for.” The he continued, “It does not seem to be just if I ask God to help me to defeat others. I only asked God to give me strength in order not to cry when I lose the game.” All of the audiences were moved hearing that explanation. Then they applauded the champion clamorously.

Dear Friends! Children seem to have more wisdom compared to all of us. Mark didn’t ask God to win in any examination. Mark didn’t request God to pass and arrange any result he wanted to reach. This child didn’t beg God to fulfill each of his hope. He didn’t pray to win and hurt others.

In spite of that, Mark implored God to give strength when facing all these tests. Mark prayed in order that might be graced with glory, willing to accept and realize any of his weakness with pride.

What a prayer! Right?

TIDAK MENANGIS SAAT AKU KALAH
“Aku berdoa supaya aku tidak menangis waktu aku kalah….”

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri,sebab memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark-lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip di atasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan.
Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 pembalap” kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya.
Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa.

Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, “Ya, aku siap!”. Dor!!! Tanda telah dimulai.
Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil tu pun meluncur dengan cepat.

Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.
“Ayo..ayo… cepat..cepat, maju..maju”, begitu teriak mereka.
Ahha…sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai.
Dan… Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. “Terima kasih.”

Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.
“Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?”
Mark terdiam. “Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan” kata Mark.
Ia lalu melanjutkan, “Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongku mengalahkan orang lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua.
Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian.
Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya.

Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

Doa yang luar biasa bukan?

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmailby feather

2 eyes, 2 ears & a mouth

family-1244795_1280

Suatu renungan pendek untuk mengingatkan kita dengan apa yang penting! Pas sekali untuk hari Senin.

~ 2 Eyes, 2 Ears, and a Mouth ~
~ 2 Mata, 2 Telinga dan Satu Mulut ~

We were born with two eyes on our face; therefore we are NOT supposed to always look back. Stare ahead and anticipate our future.
Kita lahir dengan 2 mata di depan wajah kita, oleh karena itu kita TIDAK boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu kedepan, pandanglah masa depan kita.

We were born with two ears located on our left and right in order that we may hear everything from TWO SIDES enabling us to collect both praises and critics and select which one is true and which one is false.
Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari DUA BUAH SISI Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan MENYELEKSI mana yang benar dan mana yang salah.

Since what we hear is NOT CERTAIN that it is the truth.
Karena apa yang kita Dengar BELUM tentu suatu itu suatu Kebenaran.

We were born with brain covered in our skull. So no matter how poor we are, we remain rich, since there won’t be anyone who can steal our brain, our thoughts, and our ideas.
Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, tetapi kita tetap kaya.
Karena TIDAK akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita.

Whatever things we are keeping in our mind is MORE precious than gold and jewelry.
Dan apa yang kita pikirkan dalam otak kita jauh LEBIH berharga dari pada emas dan perhiasan.

We were born with two eyes, two ears but graced only one mouth
Kita lahir dengan 2 MATA, 2 TELINGA tapi kita cuma diberi 1 buah MULUT.

That means that we are supposed to hear and to see twice as much as to speak
Itu artinya kita harusnya lebih MENDENGAR, MELIHAT 2 kali lebih banyak daripada BERBICARA.

We have to be cautious with what we say, because there is a saying which says, ”your mouth is your tiger”.
It is almost impossible to withdraw the hurting words by mouth; therefore be wise to use your mouth.
Don’t ever use the toilet words, how much more the ones which hurt and disgrace others.

Berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan, karena ada pepatah yang mengatakan ” Mulut-mu adalah Harimau-mu”.
Karena ucapan yang menyakitkan sangat SULIT ditarik kembali, gunakan MULUTMU dengan Bijak , Jangan mengeluarkan kata-kata “Sampah” apalagi sampai Menyakiti dan Menghina Orang lain.

Just remember, speak whenever it is necessary but see and hear as much as you can in order not to hurt someone else’s feeling.
Sehingga ingatlah BICARA yang perlu tapi LIHAT dan DENGARLAH sebanyak-banyaknya, supaya kita TIDAK menyakiti perasaan orang lain.

We were born with one heart protected by our ribs. It reminds us that appraisal and compassion are expected to come from somewhere deep in our heart.
Kita lahir hanya dengan 1 hati  yang dijaga dalam tulang iga kita.Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian kasih diharapkan BERASAL dari hati kita yang paling dalam.

Learn to love and enjoy how we are loved but NEVER expect others to love us as we love them.
Give love and compassion WITHOUT asking something in return, so we will find the real meaning of love and compassion which is so beautiful.

Belajar untuk mengasihi dan menikmati betapa kita dicintai tapi JANGAN PERNAH mengharapkan orang lain untuk mengasihi kita seperti kita mengasihi dia.
Berilah kasih TANPA meminta balasan dan kita akan menemukan arti kasih yang jauh lebih indah.

-Translated from Indonesian to English by Jba Suhartoyo-

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmailby feather

23 hal yang harus dikatakan utuk memberi semangat kepada anak

baby-165067

Semua orang membutuhkan kata-kata positif di hidupnya – tapi mungkin anak-anak kita membutuhkannya lebih dari pada yang lain. Kata-kata positif bisa memberikan semangat dan dorongan kepada anak, dan membuatnya lebih percaya diri.

Berikut adalah 23 kata-kata yang Anda bisa pakai untuk ini!

1.   Bagus/ hebat..Terima kasih untuk apa yang kamu telah kerjakan.

2.   Itu cara yang bagus. Saya bangga kepadamu.

3.    Kamu sangat baik hati.

4.    Luar biasa! Terima kasih atas kepatuhanmu yang pertama.

5.     Wow! Kamu benar-benar mengagumkan.

6.    Kamu tahu? Kamu ini anak yang sangat hebat.

7.     Saya benar-benar menghargai apa yang kamu kerjakan.

8.    Saya selalu berdoa untukmu.

9.    Lihat bagaimana hebatnya apa yang telah kamu kerjakan!

10.  Betapa hebatnya keputusan yang telah kamu buat!

11.  Terima kasih untuk apa yang kamu lakukan tanpa diminta.

12.   Saya senang sekali mendengar tentang hal itu.

13.   Kamu telah memperhitungkannya. Bagus sekali.

14.   Selangkah demi selangkah kamu benar-benar harus coba jalankan.

15.   Pekerjaan yang sangat menakjubkan. Kamu benar-benar mendengarkan apa yang dinasihatkan.

16.   Saya sadar itu adalah hal baru bagimu. Usahamu untuk mencoba sangat bagus.

17.   Saya sangat menyukai kreativitasmu.

18.   Terima kasih telah berbagi.

19.   Coba terus! Kamu pasti bisa melakukannya. Jangan hiraukan orang lain yang meragukanmu.

20.  Saya suka kejujuranmu.

21. Prestasi yang luar biasa. Maju terus.

22. Saya sangat mengasihi kamu.

23. Saya senang mendengar ceritamu dan bertukar pikiran denganmu.

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmailby feather

5 Tips Memilih Pakaian Kaos Bayi Dan Anak

baby clothes
Kadang-kadang kita kepikiran: enak yah, jadi anak-anak jaman sekarang! Banyak pilihan baju yang lucu-lucu dan menarik! Tapi apakah Anda tau apa lagi yang lebih enak? Menjadi orang tua di jaman sekarang, karena kita yang bisa membeli dan memilih baju untuk anak-anak kita!

Tapi dengan banyak pilihan, apakah Anda bingung caranya memilih pakian? Jangan khawatir! Kami di Ryan Collection adalah spesialis pakaian bayi dan anak, dan kami di sini untuk membantu anda! Berikut adalah saran-saran kami:

1. Pilihlah pakaian bayi yang halus, nyaman dan menyerap keringat. Bahan kaos yang terbaik biasanya terbuat dari cotton 100%. Ini yang paling nyaman untuk bayi Anda.

2. Pilihlah pakaian bayi yang sesuai dengan ukuran badannya. Tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar.

3. Pilihlah model yang aman dan sederhana. Jangan yang terlalu banyak menggunakan accesories dan tali yang mudah lepas.

4. Bahan pakaian tipis atau tebal disesuaikan dengan cuaca panas atau dingin.

5. Pilihlah pakaian kaos yang sudah ber SNI, Terutama untuk pakaian yang berwarna terang, karena bahan pewarna yang digunakan sudah teruji aman.

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmailby feather