Tips Mengatasi Balita Yang Susah Makan

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Jika kita bicara soal kebiasaan makan, balita dapat sulit diprediksi. Mungkin dalam beberapa hari mereka tidak makan banyak, namun pada hari-hari lain mereka makan sepanjang hari. Mereka juga mungkin menginginkan satu jenis makanan setiap harinya selama berminggu-minggu, dan kemudian tiba-tiba tidak menyukainya lagi. Tapi jangan khawatir—kebiasaan makan anak Anda yang mungkin dianggap aneh pada kenyataannya sama sekali tidak aneh, dan seberapa banyak mereka makan dapat berbeda dengan anak lainnya.

Memilih-milih makanan adalah perilaku khas balita dan Anda mungkin tidak bisa memaksa mereka untuk makan. Tetapi Anda dapat mendorong kebiasaan makan yang sehat dan membuat waktu makan menjadi menyenangkan.

Kebiasaan makan sehat

  • Biarkan anak Anda memutuskan berapa banyak untuk dimakan. Sajikan porsi kecil dan beri mereka kesempatan untuk meminta lebih banyak.
  • Sabar. Tawarkan makanan baru berkali-kali. Anda mungkin harus menawarkan makanan baru 10 hingga 15 kali sebelum anak Anda akan mencobanya.
  • Biarkan anak Anda membantu. Biarkan dia memilih makanan di toko. Temukan cara mereka dapat membantu menyiapkan makanan, atau mengatur peralatan makan di meja. Jika mereka berpartisipasi dalam menyiapkan, mereka biasanya cenderung akan makan.
  • Buat semuanya menyenangkan. Potong makanan menjadi bentuk tertentu dengan pemotong kue. Siapkan makanan dengan cara kreatif di piring anak Anda. Anda bisa minta anak Anda membuat nama-nama khusus untuk makanan favorit mereka.
  • Tawarkan pilihan. Alih-alih hanya menyajikan satu sayuran untuk anak Anda, biarkan mereka memilih di antara dua.
  • Campur yang baru dengan yang lama. Sajikan makanan baru dengan makanan yang sudah disukai anak Anda. Hal ini membuat perubahan menjadi sedikit kurang menakutkan untuk anak Anda.
  • Biarkan mereka mencelup. Berikan saus yang sehat untuk mendorong anak Anda mencoba buah atau sayuran baru. Contohnya yogurt atau saus salad rendah lemak.
  • Berikan contoh yang baik. Jika anak Anda melihat Anda makan berbagai makanan sehat, ia akan cenderung mencobanya.
  • Anda mungkin ingin membuat daftar makanan yang disukai anak Anda sehingga Anda bisa memastikan dia makan makanan seimbang.

Waktu makan yang menyenangkan

  • Beri tahu anak Anda sebelumnya. Sepuluh hingga lima belas menit sebelum waktu makan, beri tahu anak Anda bahwa mereka akan segera makan. Anak-anak mungkin sangat lelah atau bersemangat karena kegiatan bermain sehingga mereka tidak ingin makan. Memberi tahu anak Anda bahwa hampir waktunya makan akan memberinya kesempatan untuk mempersiapkan diri untuk beralih ke waktu makan.
  • Tetapkan rutinitas. Anak-anak lebih nyaman dengan rutinitas dan kepastian. Atur waktu makan dengan teratur. Mintalah setiap orang duduk di tempat yang sama untuk setiap makan dan usahakan tidak melakukan perubahan sebanyak yang Anda bisa.
  • Pastikan waktu makan hanya untuk makan dan menghabiskan waktu bersama keluarga Anda. Jangan biarkan anak Anda bermain dengan mainan selama waktu makan. Membaca buku atau menonton televisi juga tidak diperbolehkan selama waktu makan. Jelaskan kepada anak Anda betapa menyenangkannya makan bersama. Minta dia untuk tetap di meja sampai semua orang selesai makan.
  • Jadikan waktu makan menyenangkan. Jika waktu makan menyenangkan, anak Anda lebih mungkin senang untuk makan. Cobalah untuk menghindari pertengkaran atau hal-hal negatif selama waktu makan.
  • Jangan berekspektasi tinggi. Jangan berharap anak Anda dapat melakukan sesuatu yang terlalu sulit bagi mereka. Misalnya, jangan mengharapkan anak yang berusia 3 tahun untuk makan dengan alat yang tepat. Bagi banyak anak, sendok jauh lebih mudah digunakan daripada garpu.

Bagaimana dengan makanan ringan?

Anak Anda harus makan 3 kali atau 2 kali sehari. Balita biasanya tidak makan cukup dalam satu kali makan agar tetap kenyang sampai waktu makan berikutnya. Tawarkan camilan kecil dan sehat di sela-sela waktu makan. Beberapa contoh camilan sehat meliputi keju rendah lemak, yogurt, irisan apel atau setengah stroberi, kerupuk gandum dengan selai kacang. Cobalah untuk tidak menawarkan camilan untuk anak dekat dengan waktu makan.

Jika anak Anda tidak makan pada satu waktu makan (misalnya makan siang), Anda dapat menawarkan camilan bergizi beberapa jam kemudian. Jika anak Anda tidak makan camilan, tawarkan makanan lagi pada waktu makan berikutnya. Seorang anak biasanya akan makan saat jam makan kedua. Dengan pendekatan ini, Anda dapat yakin bahwa anak Anda tidak akan kelaparan terlalu lama atau memiliki masalah lain yang terkait dengan pola makan yang buruk.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan

Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk mendorong anak Anda makan. Tetapi ada hal-hal yang tidak boleh Anda lakukan juga.

  • Jangan paksa anak Anda untuk menghabiskan semua makanan di piringnya. Setelah dia tidak lagi lapar, anak Anda harus diizinkan untuk berhenti makan. Membuat mereka makan ketika mereka tidak lapar dapat mengganggu isyarat internal alami mereka yang memberi tahu mereka ketika mereka sudah cukup. Hal ini dapat membuat perilaku memilih-milih makanan mereka menjadi lebih buruk. Mengizinkan mereka untuk memilih kapan harus berhenti makan mengajarkan mereka bagaimana mendengarkan tubuh mereka dan membuat pilihan makanan sehat.
  • Jangan bernegosiasi atau menyuap anak Anda. Ancaman, hukuman, dan hadiah juga bukan ide bagus. Hal ini akan menciptakan perebutan kekuasaan antara Anda dan anak Anda. Hindari membuat kesepakatan (misalnya, jangan memberitahu mereka bahwa jika mereka makan 3 suap lagi, mereka dapat makanan penutup) karena ini mengajarkan mereka untuk membuat kesepakatan demi mendapatkan hadiah untuk hal-hal lain yang merupakan sikap tidak sehat.
  • Bahkan jika Anda khawatir anak Anda tidak mau makan, jangan tunjukkan bahwa Anda khawatir. Jika dia mencari perhatian, kekhawatiran Anda menunjukkan bahwa mereka mendapat apa yang mereka harapkan. Mereka mungkin akan mencoba menarik perhatian Anda dengan cara yang sama di lain waktu.

Bicaralah dengan dokter Anda jika Anda memiliki kekhawatiran tentang bagaimana anak Anda tumbuh atau jika Anda khawatir bahwa pilih-pilih makanan memperlambat pertumbuhan anak Anda.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Olahraga Yang Baik dan Buruk Untuk Sakit Punggung

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Ketika Anda mengalami nyeri punggung, Anda mungkin ingin beristirahat. Tetapi pada saat ini, bergerak baik untuk punggung Anda. Olahraga untuk sakit punggung bagian bawah dapat memperkuat otot punggung, perut, dan kaki. Hal ini akan membantu mendukung tulang belakang Anda dan menghilangkan sakit punggung. Tergantung pada penyebab dan intensitas rasa sakit, beberapa olahraga mungkin tidak direkomendasikan karena dapat memperburuk sakit punggung Anda.

Hindari: Menyentuh jari kaki

Ketika Anda membungkuk untuk menyentuh jari kaki Anda dari posisi berdiri, hal ini dapat memberi tekanan lebih besar pada daerah ligamen di tulang belakang Anda. Selain itu menyentuh jari kaki dari posisi berdiri juga dapat meregangkan otot punggung bagian bawah dan paha belakang secara berlebih.

Coba: Sit-up parsial

Sit-up parsial dapat membantu memperkuat otot punggung dan perut Anda. Cobalah berbaring dengan lutut ditekuk dan telapak kaki rata di lantai. Silangkan tangan ke dada atau letakkan tangan di belakang leher Anda. Kencangkan otot perut dan angkat bahu Anda dari lantai. Tarik nafas saat mengangkat bahu. Jangan biarkan siku Anda memimpin saat Anda mengangkat badan atau menggunakan tangan untuk menarik leher Anda dari lantai. Tahan sebentar, lalu perlahan turunkan kembali ke bawah lalu ulangi 8 hingga 12 kali. Gerakan yang tepat dapat mencegah stres berlebihan pada punggung bawah Anda. Kaki, tulang ekor, dan punggung bawah Anda harus tetap bersentuhan dengan lantai atau matras setiap saat.

Hindari: Sit-up dengan posisi tangan yang salah

Meskipun Anda mungkin berpikir sit-up dapat memperkuat otot inti atau perut Anda, kebanyakan orang cenderung menggunakan otot di pinggul saat melakukan sit-up di mana tangan Anda tidak diletakkan pada dada atau di belakang leher. Sit-up dengan posisi tangan yang salah juga dapat memberi banyak tekanan pada tulang belakang Anda.

Hindari: Gerakan mengangkat kedua kaki saat berbaring

Gerakan mengangkat kedua kaki saat berbaring terkadang disarankan sebagai latihan untuk memperkuat otot perut. Berolahraga untuk mengembalikan kekuatan ke punggung bawah Anda bisa sangat membantu dalam menghilangkan rasa sakit namun mengangkat kedua kaki secara bersamaan sambil berbaring terlentang sangat menuntut tubuh Anda. Jika tubuh Anda lemah, latihan ini bisa memperburuk sakit punggung.

Coba: Duduk di dinding

Berdirilah sekitar 10 hingga 12 inci dari dinding, lalu bersandarlah ke belakang hingga punggung Anda menempel ke dinding. Geser tubuh Anda perlahan ke bawah sampai lutut Anda sedikit tertekuk, dan tetap tekan punggung bagian bawah Anda ke dinding. Tahan selama 10 hitungan, lalu geser tubuh Adda kembali ke atas dinding dengan hati-hati. Ulangi sebanyak 8 hingga 12 kali.

Coba: Gerakan lutut ke dada

Berbaringlah terlentang dengan lutut ditekuk dan telapak kaki rata di lantai. Bawa satu lutut ke dada Anda, jaga agar kaki lainnya tetap rata di lantai. Tahan punggung bagian bawah agar tetap pada lantai, dan tahan posisi ini selama 15 hingga 30 detik. Kemudian turunkan lutut Anda dan ulangi dengan kaki lainnya. Lakukan 2 hingga 4 kali untuk setiap kaki.

Angkat beban dapat membantu

Jika dilakukan dengan benar, mengangkat beban biasanya tidak akan melukai punggung Anda dan bahkan dapat membantu meringankan sakit punggung kronis. Tetapi ketika Anda mengalami sakit punggung akut (mendadak), memberikan tekanan ekstra pada otot-otot punggung dan ligamen dapat meningkatkan risiko cedera lebih lanjut. Tanyakan kepada dokter Anda apakah Anda dapat mengangkat beban dan juga olahraga apa saja yang harus dihindari.

Aerobik

Aerobik memperkuat paru-paru, jantung, dan pembuluh darah Anda dan dapat membantu menurunkan berat badan. Berjalan, berenang, dan bersepeda semuanya dapat membantu mengurangi sakit punggung. Mulailah dengan sesi singkat dan tambahkan durasi seiring waktu. Jika punggung Anda sakit, cobalah berenang, di mana air mendukung tubuh Anda namun hindari gerakan yang memuntir tubuh Anda.

Jika Anda merasa ragu, selalu konsultasikan dengan dokter kesehatan Anda sebelum melakukan olahraga untuk sakit punggung.


facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Apakah Bayi Anda Sudah Siap Untuk Makanan Padat?

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Makanan padat adalah langkah besar pertama bagi seorang bayi. Maka dari itu, Anda perlu mencari tahu kapan dan bagaimana melakukan peralihan dari ASI atau susu formula ke makanan padat.

ASI atau susu formula adalah satu-satunya makanan yang dibutuhkan bayi Anda, dan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama setelah kelahiran selalu direkomendasikan untuk bayi. Tetapi pada usia 4 hingga 6 bulan, kebanyakan bayi siap untuk mulai makan makanan padat sebagai pelengkap ASI atau susu formula. Selama masa inilah bayi biasanya berhenti menggunakan lidah mereka untuk mendorong makanan keluar dari mulut mereka dan mulai mengembangkan koordinasi untuk memindahkan makanan padat dari depan mulut ke bagian belakang untuk menelan.

Selain usia, perhatikan tanda-tanda lain yang menunjukkan bahwa bayi Anda siap untuk makanan padat. Sebagai contohnya:

  • Bisakah bayi Anda menahan kepalanya dalam posisi mantap dan tegak?
  • Bisakah bayi Anda duduk tegak dengan dukungan atau kursi makan untuk bayi?
  • Apakah bayi Anda suka mengulum tangan atau mainannya?
  • Apakah bayi Anda tertarik dengan apa yang Anda makan?

Jika Anda menjawab “ya” untuk pertanyaan-pertanyaan ini dan dokter bayi Anda juga setuju, Anda dapat mulai menambahkan makanan padat untuk bayi Anda.

Apa yang harus disiapkan?

Lanjutkan pemberian ASI atau susu formula kepada bayi Anda—hingga 32 ons sehari. Kemudian:

  • Mulai dari yang sederhana: Tawarkan makanan dengan bahan tunggal yang tidak mengandung gula atau garam, dan tunggu tiga hingga lima hari di antara setiap makanan baru. Dengan cara ini jika bayi Anda memiliki reaksi alergi—seperti diare, ruam, atau muntah—Anda akan tahu penyebabnya. Setelah memperkenalkan makanan dengan bahan tunggal, Anda bisa menambahkan kombinasi makanan.
  • Nutrisi penting: Zat besi adalah nutrisi penting pada paruh kedua tahun pertama bayi Anda. Nutrisi ini ditemukan dalam daging murni dan sereal, diperkaya zat besi.
  • Sereal bayi: Campurkan 1 sendok makan sereal bayi yang diperkaya zat besi dengan 4 sendok makan (60 mililiter) ASI atau susu formula, namun jangan sajikan menggunakan botol. Sebagai gantinya, bantu bayi Anda duduk tegak dan tawarkan sereal dengan sendok kecil sekali atau dua kali sehari. Sajikan satu atau dua sendok teh setelah minum susu botol atau menyusui. Setelah bayi Anda terbiasa menelan sereal berair, campurlah dengan sedikit cairan dan secara bertahap tingkatkan jumlah yang Anda tawarkan. Tawarkan beragam sereal gandum seperti nasi, oatmeal, atau gandum. Hindari hanya menawarkan sereal beras karena risiko terpapar arsenik.
  • Tambahkan sayuran dan buah-buahan. Lanjutkan secara bertahap memperkenalkan makanan dengan bahan tunggal yang tidak mengandung gula atau garam. Mulailah dengan sayuran pure dan kemudian tawarkan buah-buahan. Tunggu tiga hingga lima hari di antara setiap makanan baru.
  • Tawarkan finger food (artikel lengkap mengenai finger food dapat dilihat di sini).

Bagaimana jika bayi saya menolak diberi makan pertama kali?

Ini merupakan hal yang biasa. Bayi sering menolak porsi pertama dari makanan seperti bubur karena rasa dan teksturnya yang baru. Jika bayi Anda menolak makan, jangan dipaksa. Coba lagi dalam seminggu. Jika masalah terus berlanjut, bicarakan dengan dokter bayi Anda untuk memastikan penolakan mereka bukan pertanda adanya masalah.

Ketahui apa yang tidak boleh diberikan

  • Jangan memberikan susu sapi atau madu sebelum usia 1 tahun. Susu sapi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dan dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi. Sedangkan madu mungkin mengandung spora yang dapat menyebabkan penyakit serius yang dikenal sebagai botulisme pada bayi.
  • Jangan menawarkan makanan yang bisa menyebabkan bayi tersedak. Ketika bayi Anda masih dalam tahap peralihan menuju makan makanan padat, jangan menawarkan daging, keju, anggur, sayuran, atau potongan buah, kecuali mereka dipotong kecil-kecil. Selain itu jangan memberikan makanan keras, seperti biji-bijian atau kacang-kacangan. Makanan berisiko tinggi lainnya termasuk selai kacang dan marshmallow.

Cara memberikan makanan padat untuk bayi

Saat memberi makan bayi Anda, beri dia perhatian penuh. Bicaralah dengan bayi Anda dan bantu dia melalui proses itu. Selain itu, untuk membuat waktu makan menyenangkan:

  • Tetap dalam posisi duduk. Segera setelah bayi Anda dapat duduk dengan mudah tanpa dukungan, gunakan kursi tinggi dengan alas yang luas dan stabil dan juga gesper tali pengaman.
  • Dukung bayi untuk eksplorasi. Bayi Anda kemungkinan akan bermain dengan makanannya. Meskipun berantakan, rasa senang mereka akan membantu perkembangan mereka.
  • Kenalkan peralatan makan. Tawarkan sendok bayi untuk dipegang saat Anda memberinya makan dengan sendok lain. Saat ketangkasan bayi Anda meningkat, dorong bayi Anda untuk menggunakan sendok.
  • Tawarkan cangkir. Menyusui bayi Anda dengan ASI atau susu formula dari cangkir saat makan dapat membantu agar mereka tidak bergantung selamanya pada botol. Sekitar usia 9 bulan, bayi Anda mungkin dapat minum dari cangkir sendiri.
  • Sediakan porsi individu. Jika Anda memberi makan bayi langsung dari botol atau wadah, air liur di sendok dapat dengan cepat merusak sisa makanan. Sebagai gantinya, letakkan porsi dalam piring.
  • Hindari pemaksaan. Jika bayi Anda berpaling dari makanan baru, jangan memaksa mereka. Cobalah lagi lain kali. Pastikan selalu ada variasi dalam makanan bayi Anda.
  • Tahu kapan harus berhenti. Ketika bayi Anda sudah cukup makan, ia mungkin menangis atau berbalik. Jangan memaksakan mereka untuk terus makan. Selama pertumbuhan bayi Anda sesuai target, ia kemungkinan akan cukup makan dengan sendirinya.
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Makanan Yang Tepat Untuk Bagian-Bagian Tubuh

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Mungkin terkadang Anda ingin tahu makanan apa yang bagus untuk organ tubuh tertentu, baik organ dalam ataupun luar? Atau mungkin Anda hanya ingin tahu makanan apa yang bagus untuk rambut atau kulit Anda?

Berikut kami rangkum dalam gambar agar lebih mudah untuk Anda ingat!

Selain bagus untuk tubuh Anda, makanan-makanan di atas juga termasuk dalam menu diet sehat. Mengapa diet sehat? Di bawah ini kami sertakan perbandingan manfaat diet sehat dengan diet tidak sehat.

Tidak hanya untuk membantu kesehatan fisik Anda, namun ternyata diet sehat juga membantu kesehatan mental. Karena kita terkadang sering lupa atau bahkan tidak menyadari manfaat diet sehat, maka dari itu kita perlu selalu mengingatkan diri sendiri apa saja manfaat dari diet yang kita jalani. Semoga berguna untuk Anda!

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Panduan Memberi MPASI Untuk Bayi

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Ketika ASI tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, harus ada makanan yang ditambahkan untuk anak. Peralihan dari pemberian hanya ASI menjadi makanan biasa membutuhkan makanan pendamping ASI atau biasa disebut MPASI. Biasanya bayi akan mulai membutuhkan MPASI mulai dari usia 6 hingga 18 – 24 bulan, yang juga merupakan periode yang sangat rentan karena periode ini adalah waktu ketika malnutrisi mulai dapat banyak terjadi pada bayi.

Pemberian MPASI harus tepat waktu, artinya semua bayi harus mulai menerima makanan selain ASI sejak usia 6 bulan ke atas. MPASI yang diberikan juga harus memadai, yang berarti dalam jumlah, frekuensi, konsistensi, dan menggunakan berbagai makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak yang sedang tumbuh sambil tetap menyusui.

Berikut adalah panduan MPASI berdasarkan rekomendasi dari WHO (World’s Health Organization).

1) Usia 0 – 6 bulan

Anak usia 0-6 bulan hanya mengkonsumsi ASI secara khusus. Susu formula bisa menjadi pengganti, akan tetapi jauh lebih disarankan untuk memberi ASI pada bayi.

2) Usia 6 – 8 bulan

Pada usia 6 hingga 8 bulan, bayi tetap mendapatkan ASI dengan mulai dapat diberikan MPASI. Pemberian MPASI dilakukan 2 – 3 kali dalam sehari dengan takaran sekitar 2 atau 3 sendok makan. Ingatlah bahwa pada rentang usia ini, makanan yang Anda sediakan untuk bayi Anda harus memiliki tekstur lembut dan telah disaring sehingga mudah untuk ditelan.

3) Usia 9 – 11 bulan

Bayi tetap mendapatkan ASI, namun takaran MPASI bertambah menjadi sekitar 125 – 200 ml dan jadwal makan dapat menjadi 3 – 4 kali. Menu makanan yang diberikan untuk anak dapat sama dengan orang dewasa, hanya saja Anda harus membuatnya menjadi mudah untuk dikonsumsi oleh anak. Anda dapat mengolah dengan cara memotong kecil-kecil, diiris, atau ditumbuk agar lunak.

4) Usia 12 – 24 bulan

Untuk usia 1 tahun ke atas, Anda masih bisa melanjutkan pemberian ASI hingga usianya mencapai sekitar 2 tahun. Takaran MPASI perlu ditambah menjadi sekitar 200 hingga 250 ml. Frekuensi pemberian makan dapat dilakukan 3-4 kali dan bahan makanan sama dengan orang dewasa namun masih perlu untuk diiris dan dipotong kecil-kecil.

Selain itu, perlu diingat untuk melihat respon anak saat makan. Ada anak berusia sekitar 6 sampai 24 bulan yang memilih untuk tidak menyusu lagi dan hanya menerima makanan. Jika anak Anda memilih MPASI, jangan lupa untuk menambah takaran makanan agar dapat seimbang dengan jumlah ASI yang seharusnya dikonsumsi.

Selain MPASI, Anda juga dapat memberikan makanan selingan untuk anak berupa buah atau finger food. Anda dapat membaca artikel yang telah kami bahas sebelumnya mengenai apa itu finger food dan cara membuatnya di sini. Semoga bermanfaat!

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Pentingnya Mengetahui Waktu Untuk Mencerna Makanan

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Tahukah Anda bahwa semua makanan dicerna dalam tubuh pada waktu yang berbeda? Lamanya waktu pencernaan makanan adalah seberapa lama mereka berada di perut sebelum melewati usus. Sangat penting untuk memahami waktu pencernaan makanan yang berbeda untuk menghindari masalah pencernaan atau rasa tidak nyaman.

Jika Anda menderita sindrom iritasi usus besar, ada baiknya untuk memeriksa lamanya waktu pencernaan makanan. Hal ini dilakukan agar tidak membuat masalah usus besar Anda menjadi semakin parah dengan mengkonsumsi makanan yang memiliki kecepatan yang berbeda untuk dicerna.

Berikut ini akan kami bahas lama waktu pencernaan yang dimiliki oleh berbagai jenis makanan. Namun perlu diingat bahwa waktu yang tertera adalah hanya perkiraan karena waktu pencernaan yang tepat tergantung pada orang dan usia mereka, kesehatan, metabolisme dan banyak faktor lainnya.

Air

Saat perut kosong, air akan segera pergi dan masuk ke usus. Dianjurkan untuk minum segelas air terlebih dahulu di pagi hari sebelum makan makanan apa pun untuk menghidrasi diri Anda dengan cepat. Minumlah air setengah jam sebelum makan, bukan karena pencernaan tetapi untuk mencegah air membasuh nutrisi.

Jus dan Kaldu

Jus atau kaldu tidak mengandung serat dan akan dicerna dalam waktu sekitar 15-20 menit. Jus segar adalah cara yang baik untuk mendapatkan banyak vitamin dan mineral dari buah dan sayuran yang dapat diserap dengan cepat. Demi alasan kesehatan, disarankan untuk mengkonsumsi jus yang mengandung setidaknya 50% sayuran untuk mencegah terlalu banyak gula buah.

Buah-buahan

Semangka dicerna dalam 20 menit dan melon lainnya memakan waktu 30 menit. Jeruk, jeruk bali, anggur, dan pisang juga membutuhkan waktu 30 menit. Sebagian besar buah lain seperti apel, pir, ceri, plum, dan kiwi membutuhkan waktu 40 menit untuk dicerna.

Jika Anda ingin mengkonsumsi banyak jenis buah-buahan secara bersamaan, dianjurkan untuk hanya mengkonsumsi yang dapat dicerna dalam waktu yang sama untuk menghindari masalah pencernaan. Karena alasan ini, semangka harus selalu dimakan sendiri.

Sayur-sayuran

Sayuran yang mengandung banyak air seperti selada, mentimun, paprika, tomat, dan lobak dicerna dalam 30 menit.

Sayuran hijau dan sayuran antioksidan seperti kangkung, brokoli, kembang kol yang dimasak, dicerna dalam 40 menit.

Sayuran berakar (tidak termasuk kentang) seperti bit dan wortel, dicerna dalam 50 menit.

Sayuran bertepung seperti jagung, ubi jalar, dan kentang dicerna dalam 60 menit.

Gandum dan Karbohidrat

Nasi merah, gandum, dan maisena membutuhkan waktu 90 menit untuk dicerna.

Kacang dengan karbohidrat tinggi membutuhkan waktu sekitar 120 menit untuk dicerna. Ini termasuk kacang hitam, buncis, kacang merah dan kacang kedelai.

Biji dan Kacang-kacangan

Semua biji dengan kadar lemak tinggi seperti biji bunga matahari, labu, wijen membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk dicerna. Dianjurkan untuk merendam biji terlebih dahulu untuk membantu pencernaan.

Kacang biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk dicerna. Ini termasuk kacang polong dan kacang-kacangan lainnya seperti kacang almond, kacang mete, dan kenari.

Daging dan Susu

Susu skim dan produk keju rendah lemak dicerna dalam waktu 90 menit. Keju lunak membutuhkan 2 jam sementara keju keras memakan waktu 5 jam.

Kuning telur membutuhkan 30 menit dan telur utuh 45 menit.

Ikan tidak berminyak membutuhkan 30 menit dan ikan berminyak 50 menit.

Ayam dan kalkun membutuhkan 2 jam, daging sapi dan kambing 4 jam, dan daging babi 5 jam.

Berikut akan kami berikan rangkuman dan beberapa saran yang sebaiknya Anda lakukan dengan daftar makanan di atas.

  • Selalu makan buah sebelum makanan utama karena buah dapat dicerna lebih cepat.
  • Hindari jus buah murni dan mengandung setidaknya 50% sayuran dalam jus segar untuk menghindari terlalu banyak gula.
  • Jangan terlalu menekan tubuh Anda dengan banyak makan makanan dengan waktu pencernaan yang lama baik pada pagi atau malam hari. Hal ini bisa menyebabkan insomnia.
  • Jam makan siang adalah waktu terbaik untuk mengkonsumsi berbagai makanan dengan waktu pencernaan yang berbeda.

Perlu diingat sekali lagi bahwa bahwa waktu pencernaan yang tertera di atas adalah perkiraan kasar dan tetap tergantung pada keadaan individu. Jika Anda merasa memiliki gangguan pada pencernaan, segeralah hubungi dokter Anda. Semoga bermanfaat!

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Kapan Bayi Bisa Mulai Makan Telur?

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Dokter anak dahulu merekomendasikan menunggu untuk memperkenalkan telur ke makanan bayi karena masalah alergi, namun rekomendasi saat ini mengatakan tidak ada alasan untuk menunggu.

Anda dapat mulai memberikan telur bayi Anda sebagai salah satu makanan pertama mereka, asalkan Anda memperhatikan reaksi alergi dan sensitivitas lainnya.

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang manfaat dan resiko memasukkan telur ke bayi Anda, dan saran bagaimana menyiapkan telur untuk makanan mereka.

Manfaat Telur

Telur banyak tersedia di sebagian besar toko dan pasar. Harganya tidak mahal dan mudah disiapkan, selain itu telur dapat dimasukkan dalam berbagai hidangan untuk sarapan. Dan hal yang lebih baik lagi, setiap telur mengandung sekitar 70 kalori dan 6 gram protein.

Kuning telur, khususnya, mengandung 250 miligram kolin yang membantu aktivitas sel berjalan secara normal. Kolin juga membantu fungsi hati dan mengangkut nutrisi ke area lain di seluruh tubuh, dan bahkan dapat membantu memori bayi Anda.

Apa Risiko Telur Bagi Bayi?

Beberapa makanan dikenal sebagai salah satu penyebab paling umum dari reaksi alergi pada bayi dan anak-anak, dan salah satunya adalah telur.

Kuning telur tidak mengandung protein yang terkait dengan reaksi alergi. Putih telur, di sisi lain, mengandung protein yang berpotensi menghasilkan reaksi alergi ringan hingga parah.

Bayi yang terpapar telur setelah ulang tahun pertama mereka pada kenyataannya lebih mungkin untuk mengembangkan alergi telur daripada bayi-bayi yang diperkenalkan pada telur pada usia antara 4 hingga 6 bulan.

Tanda-Tanda Reaksi Alergi Atau Sensitivitas

Ketika seseorang memiliki alergi makanan, tubuh mereka akan merespons makanan seolah-olah itu berbahaya bagi tubuh. Beberapa sistem kekebalan anak-anak tidak sepenuhnya berkembang dan mungkin tidak dapat menangani protein tertentu dalam putih telur. Akibatnya, jika terkena telur, mereka mungkin merasa sakit, ruam, atau mengalami gejala reaksi alergi lainnya.

Reaksi alergi dapat mempengaruhi kulit, sistem pencernaan, pernapasan, atau kardiovaskular. Gejala-gejalanya mungkin termasuk:

  • gatal-gatal, bengkak, eksim, atau memerah
  • diare, mual, muntah, atau sakit
  • gatal di sekitar mulut
  • pilek atau sulit bernapas
  • detak jantung yang cepat, tekanan darah rendah, dan masalah jantung

Tingkat keparahan gejala tergantung pada sistem kekebalan anak Anda dan jumlah telur yang dikonsumsi. Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi mungkin mengalami reaksi yang lebih serius yang disebut anafilaksis. Gejala anafilaksis termasuk masalah pernapasan dan penurunan tekanan darah. Anafilaksis adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan bantuan medis segera.

Kecenderungan memiliki alergi seringkali bersifat turun-temurun. Jika seseorang dalam keluarga Anda alergi terhadap telur, Anda mungkin perlu berhati-hati saat memperkenalkan telur pada bayi Anda.

Jika bayi Anda menderita eksim parah, Anda juga dapat berhati-hati dalam memperkenalkan telur, karena ada hubungan antara kondisi kulit ini dan alergi makanan.

Jika bayi Anda alergi terhadap telur, ada kemungkinan mereka dapat mengatasi alergi mereka di kemudian hari. Banyak anak yang tidak mengalami alergi telur lagi pada usia 5 tahun.

Bagaimana Cara Mengenalkan Telur

Dari usia 7 bulan ke atas, bayi Anda harus makan antara satu dan dua sendok makan protein dua kali sehari.

Saat memperkenalkan makanan baru kepada bayi, selalu merupakan ide bagus untuk menambahkannya secara perlahan dan satu demi satu. Dengan begitu Anda dapat melihat potensial pada reaksi alergi dan makanan apa yang menyebabkannya.

Salah satu cara untuk memperkenalkan makanan adalah menunggu selama empat hari. Untuk melakukan ini, perkenalkan anak Anda telur di hari pertama. Kemudian tunggu empat hari sebelum menambahkan sesuatu yang baru ke dalam makanan mereka. Jika Anda melihat adanya reaksi alergi atau sensitivitas lainnya, hubungi dokter anak Anda.

Cara pertama yang baik untuk memulai memperkenalkan telur adalah dengan kuning telur saja. Berikut adalah beberapa ide cara menambahkan kuning telur ke makanan anak Anda:

  • Rebus telur, kupas kulitnya, dan keluarkan kuning telurnya. Hancurkan bersama dengan ASI, susu formula, (atau susu murni jika bayi Anda berusia di atas 1 tahun).
  • Pisahkan kuning telur dari telur mentah. Panaskan wajan goreng dengan sedikit minyak atau mentega. Orak-arik kuning telur dengan ASI atau susu murni. Anda juga dapat menambahkan satu sendok makan bubur sayuran yang sudah termasuk dalam menu makanan bayi Anda.
  • Pisahkan kuning telur dari telur mentah. Gabungkan dengan setengah cangkir oatmeal matang dan buah-buahan atau sayuran. Orak-arik sampai matang, kemudian potong atau robek menjadi potongan-potongan kecil.

Setelah anak Anda berusia satu tahun atau dokter anak Anda sudah memberi ijin untuk anak Anda memakan seluruh telur, Anda dapat mencoba mengorak-arik seluruh telur dengan ASI atau susu murni. Anda juga bisa menambahkan telur utuh ke pancake, wafel, dan makanan panggang lainnya.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Memperkenalkan Finger Food Kepada Bayi

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Pada usia 6 hingga 9 bulan ke atas, walaupun ASI masih merupakan asupan utama bagi bayi, mereka sudah mulai membutuhkan asupan lain dan mereka juga sudah dapat makan dengan tangannya sendiri. Di sinilah saat di mana kita dapat memperkenalkan finger food kepada bayi.

Apa itu finger food? Finger food adalah makanan yang mudah dimakan oleh bayi, yaitu makanan yang halus, mudah digigit dan dikunyah, dan juga mudah dipegang oleh tangan bayi. Selain berfungsi sebagai asupan, finger food juga dapat membantu kemampuan motorik, menggigit, dan mengunyah sang bayi, lho!

Karena finger food adalah makanan untuk bayi, kita perlu berhati-hati dalam memilih makanan yang tepat. Namun jangan khawatir, kami akan beri beberapa tips dan contoh makanan yang bisa Anda jadikan finger food untuk bayi Anda.

Tips Memilih Finger Food

  • Saat memilih makanan jari terbaik untuk bayi, mulailah dengan potongan kecil makanan lunak yang mudah larut.
  • Hindari memberi makanan bayi jari yang besar, lengket, atau tidak mudah larut, karena bisa berpotensi bahaya tersedak. Jauhi makanan seperti hot dog, wortel, kacang-kacangan, anggur, popcorn, permen, dan segumpal selai kacang.
  • Seringkali anak diberi makanan yang sesuai dengan kadar dan selera orang tua, yang memiliki rasa berlebih atau jumlah natrium yang jauh lebih besar untuk kadar rasa sang bayi. Saat menyiapkan makanan untuk bayi, jangan menggunakan garam atau terlalu banyak gula jika memungkinkan.

Contoh Finger Food Untuk Bayi

1. Sereal kering. Sereal kering berbentuk O adalah contoh finger food pertama yang paling populer untuk karena dapat melatih bayi untuk menggenggam atau menjepit dengan mengambilnya satu per satu. Sereal juga bercampur baik dengan air liur dan mudah bagi bayi untuk mengaturnya di mulut mereka tanpa tersedak. Pilihlah sereal yang tidak mengandung terlalu banyak gula dan bahan pewarna.

2. Roti. Potongan kecil roti lunak (singkirkan kulit roti atau bagian roti yang keras saat pertama kali memulai) merupakan finger food pertama yang baik, karena mereka menjadi lunak dengan cepat. Seiring bertambahnya usia bayi (sekitar 9 hingga 12 bulan), Anda dapat menawarkan potongan yang sedikit lebih besar dengan topping pisang yang ditumbuk, atau lapisan selai kacang yang sangat tipis.

3. Telur orak-arik. Jangan memberikan kuning telur yang encer, tetapi masaklah telur itu sampai matang dan menyeluruh agar tidak ada bakteri yang hidup. Jangan lupa untuk memotong telur menjadi potongan kecil dan jangan tambahkan garam.

4. Buah lunak. Buah yang sangat matang secara alami lunak, menjadikannya finger food yang baik untuk bayi. Pisang matang, persik, semangka, dan blewah yang dipotong kecil-kecil merupakan pilihan finger food yang enak.

5. Pasta. Untuk memberi makan bayi, Anda akan ingin memasak pasta Anda sehingga lembut dan matang. Cobalah potong pasta ala potongan fusilli atau potongan-potongan kecil. Awalnya sajikan dengan polos, tetapi saat bayi diperkenalkan dengan lebih banyak makanan, Anda bisa menambahkan sedikit mentega atau saus tomat rendah sodium.

6. Tahu. Baik dimasak atau tidak dimasak, tahu adalah sumber protein nabati yang luar biasa dan finger food yang sempurna untuk bayi. Pilihlah tahu yang lembut tapi tidak mudah hancur di tangan karena makanan yang dapat hancur berantakan di tangan bayi dapat membuatnya frustasi.

7. Sayuran yang dimasak. Untuk mendapatkan nutrisi sebanyak mungkin dari sayuran Anda, kukus atau panggang sampai lunak, dan tentu saja dipotong kecil-kecil. Cobalah kentang, wortel, brokoli, kembang kol, atau ubi manis. Saat bayi bertambah besar, Anda bisa menawarkan potongan wortel kukus atau potongan kentang manis yang sudah dipanggang.

8. Keju. Pilihlah keju lembut namun tidak terlalu lengket atau bau, seperti keju lembaran yang dipotong kecil-kecil.

9. Daging. Setelah makanan lunak, dada ayam dan daging sapi adalah finger food tahap berikutnya yang disarankan untuk bayi. Pastikan mereka matang atau direbus hingga lunak, dan dipotong kecil-kecil.

10. Ikan. Ikan adalah makanan yang dapat diperkenalkan sebelum bayi berumur satu tahun. Pastikan ikan benar-benar matang, dan pilihlah ikan dengan merkuri rendah seperti kod atau salmon. Yang paling penting, pastikan untuk menyingkirkan tulang sekecil apapun yang ada pada ikan.

Jika Anda ragu, Anda selalu dapat mencoba finger food tersebut agar Anda dapat menilai apakah makanan tersebut sudah cukup lunak dan lembut untuk dikonsumsi bayi Anda. Semoga tips ini berhasil!

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Mana Yang Lebih Baik: Sabun Batangan Atau Sabun Cair?

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Jika kita berbicara tentang kebersihan, tentunya sabun menjadi salah satu hal yang memegang peran penting di dalamnya. Ketika Anda membeli sabun, apakah Anda pernah bertanya-tanya jenis sabun apa yang lebih baik? Ya, Anda tidak sendirian! Sabun jelas merupakan aspek penting dari kehidupan kita sehari-hari dan semua pilihan berbeda yang tersedia membuat kita menjadi sedikit lebih sulit dalam memilih.

Secara garis besar kita dapat membagi sabun menjadi dua: sabun cair dan sabun batangan. Meskipun sabun batangan sudah ada sejak lama (bahkan berabad-abad!), sabun cair telah menjadi sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Berikut mari kita periksa sabun mana yang terbaik, dengan mempertimbangkan cara kerja sabun, susunan kimiawi, bakteri yang dapat ditemukan di setiap jenis, dan dampaknya pada lingkungan.

Bahan Sabun

Sabun batangan biasanya dibuat dari lemak hewani atau minyak nabati yang disaponifikasi. Saponifikasi adalah nama proses di mana lemak hewani atau nabati dicampur dengan alkali yang kuat untuk membuat sabun. Di sisi lain, sabun cair berbahan dasar minyak bumi dan membutuhkan zat emulsi dan stabilisator untuk menjaga konsistensinya. Sabun cair telah diuji dan disetujui oleh lembaga kesehatan yang sesuai tetapi hanya sedikit studi aktual yang menunjukkan efek jangka panjang dari penggunaan bahan kimia ini secara berulang kali.

Sabun cair dikenal karena manfaatnya untuk melembabkan, tetapi sabun batangan mendapatkan reputasi buruk karena mengeringkan kulit kita. Hal ini dikarenakan natrium hidroksida dalam sabun batangan menghilangkan minyak pada kulit. Tapi tidak semua sabun batang mengeringkan kulit Anda, bahkan kini banyak yang mengandung bahan pelembab.

Bakteri Dalam Sabun

Beberapa orang menghindari sabun batangan karena mereka mengira sabun batangan membiakkan bakteri setiap kali digunakan. Tetapi penelitian menunjukkan tingkat bakteri pada sabun batang sangat minim, dan mereka tidak meninggalkan jumlah bakteri yang terdeteksi pada kulit.

Pada kenyataannya, menggunakan sabun cair dengan sponge mandi dapat menyebabkan lebih banyak paparan bakteri. Sel-sel kulit mati terperangkap dalam jaring sponge ketika Anda menggosok, dan kondisi hangat dan lembab di kamar mandi Anda membantu bakteri tumbuh. Jika Anda menggunakan sponge mandi, simpanlah di tempat yang kering setiap habis dicuci dan jangan lupa menggantinya dengan yang baru setiap beberapa bulan – terutama jika sponge mulai berbau!

Segi Ekonomis Dan Dampak Pada Lingkungan

Jika Anda ingin menggunakan sabun yang ramah lingkungan dan juga ramah untuk dompet, sabun batang adalah pilihan yang jelas. Harga sabun batangan jauh lebih murah dan kemasan kardus atau kertas dapat didaur ulang dengan mudah. Sebaliknya, sangat mudah untuk secara tidak sengaja menyemprotkan sabun cair dalam jumlah besar yang sia-sia dan botol-botol plastik yang mereka gunakan tidak ramah untuk lingkungan.

Kesimpulan

Jadi, jenis sabun apa yang lebih baik? Itu sepenuhnya tergantung pada faktor-faktor yang paling penting bagi Anda. Jika lingkungan penting bagi Anda, maka sabun batangan akan menang. Jika keputusannya bersifat finansial, sabun batangan juga akan menang lagi dengan selisih yang signifikan karena mencuci tangan dengan sabun batangan hanya sekitar sepertiga dari biaya menggunakan sabun tangan cair. Jika efek pelembab dan banyaknya busa sangat penting bagi Anda, maka sabun cair adalah pilihan yang tepat. Namun, dari sudut pandang kesehatan yang murni, sabun batang mengandung lebih sedikit bahan kimia dan tetap dapat membersihkan sama baiknya seperti rekan cairnya.

Apa pun sabun yang Anda pilih, pastikan Anda mengoleskan lotion pelembab setelah Anda mandi untuk menambah kelembaban pada kulit Anda. Semoga bermanfaat!

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

6 Cara Membantu Detoks Tubuh Secara Alami

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Detoksifikasi, atau biasa disingkat detoks, adalah suatu proses di mana tubuh membuang racun yang tidak diinginkan yang diperoleh karena polusi lingkungan atau konsumsi berlebihan dari makanan olahan dan cepat saji.

Walaupun hati adalah salah satu organ yang memiliki kemampuan membersihkan semua racun secara berkala, perlu untuk mengikuti tips di bawah ini untuk memastikan bahwa Anda memiliki usus yang sehat dan juga dapat membantu kesehatan kulit Anda.

Berikut adalah tips untuk membantu detoks tubuh Anda secara alami.

1. Makan makanan segar dan bersih

Penyebab paling utama dari penumpukan racun adalah konsumsi makanan yang digoreng, diproses, dan dikemas secara berlebihan. Minyak berlebih, garam, dan gula bertindak sebagai racun dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan dalam waktu dekat. Tidak hanya itu, buah-buahan dan sayuran yang disemprot dengan pestisida juga dapat membahayakan tubuh Anda.

Oleh karena itu, jika Anda ingin mendetoks tubuh Anda, maka sangat penting untuk meringankan beban yang telah tubuh Anda tanggung berulang kali. Pilihlah buah-buahan dan sayuran organik ketimbang mengkonsumsi makanan cepat saji dan makanan olahan. Kurangi konsumsi minyak, garam, dan gula sebanyak mungkin.

2. Minum banyak air

Jika Anda harus mendetoks tubuh Anda maka tidak ada yang lebih baik daripada air. Air tidak hanya penting untuk kelangsungan hidup tetapi juga sama pentingnya untuk menghilangkan racun yang tidak diinginkan yang telah menempati ruang besar di tubuh Anda. Pastikan Anda mengonsumsi setidaknya 4-5 liter air per hari untuk mendapat hasil yang bagus. Air tidak hanya menghilangkan kotoran secara efisien, tetapi juga membantu penurunan berat badan, mengatasi masalah kulit, dan meningkatkan tingkat energi seseorang menjadi optimal. Untuk alternatif lainnya, Anda dapat sesekali memasukkan jeruk atau lemon dengan daun mint, atau stroberi dalam air minum untuk detoks. Tidak hanya enak tetapi juga sangat sehat!

3. Mulai berolahraga

Berolahraga adalah cara paling umum untuk menjadikan tubuh sehat. Ketika Anda berolahraga, Anda akan banyak berkeringat dan keringat adalah cara di mana kulit menghilangkan beberapa racun. Kulit mampu menghilangkan logam seperti arsenik, timbal, dan merkuri melalui keringat. Sama seperti buang air besar dan kecil, berkeringat adalah cara detoks yang efektif. Jadi, berolahraga tidak hanya akan membantu Anda agar tetap bugar dan sehat, tetapi juga akan membantu Anda membuang racun yang tidak diinginkan.

4. Tidur nyenyak dan cukup

Beberapa tahun yang lalu, para ilmuwan menemukan proses detoksifikasi otak yang disebut sistem glymphatic yang terjadi ketika Anda tidur dan kurangnya tidur akan mengganggu sistem glymphatic Anda, menyebabkan penumpukan racun. Tanpa tidur nyenyak dalam jumlah yang tepat secara konsisten, tubuh Anda tidak dapat melakukan detoks secara efektif.

5. Coba puasa

Anda dapat berpuasa dari makanan berat yang biasa Anda makan sekitar satu atau dua hari dan hanya mengonsumsi buah-buahan dan sayuran segar. Hal ini akan memberikan istirahat yang sangat dibutuhkan sistem pencernaan Anda dan membantu dalam menyegarkan tubuh. Anda pasti senang karena efek dari buah dan sayuran terasa dengan cepat karena tidak hanya akan membuat Anda merasa ringan, tetapi akan memberikan istirahat yang cukup untuk usus Anda.

6. Minum smoothie

Smoothie tidak hanya enak tetapi juga bergizi tinggi. Smoothie dapat dibuat menggunakan sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kangkung atau Anda juga bisa menambahkan mentimun, selada, wortel, apel, pisang, dan stroberi ke dalam gelas minuman. Cobalah mengkonsumsinya untuk sarapan Anda atau sebagai minuman larut malam agar merasa segar kembali. Minum smoothie atau jus sayuran secara teratur tidak hanya akan meningkatkan tingkat kekebalan Anda tetapi juga akan secara efisien membantu Anda dengan proses detoks.

Sekarang Anda tahu bahwa Anda dapat dengan mudah melakukan detoks di rumah tanpa perlu menyusun menu khusus untuk melakukan detoks selama berminggu-minggu. Ingatlah bahwa tubuh Anda akan berterimakasih jika Anda menjaganya dengan baik!

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather