Kapan Bayi Bisa Mulai Makan Telur?

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Dokter anak dahulu merekomendasikan menunggu untuk memperkenalkan telur ke makanan bayi karena masalah alergi, namun rekomendasi saat ini mengatakan tidak ada alasan untuk menunggu.

Anda dapat mulai memberikan telur bayi Anda sebagai salah satu makanan pertama mereka, asalkan Anda memperhatikan reaksi alergi dan sensitivitas lainnya.

Baca terus untuk mengetahui lebih lanjut tentang manfaat dan resiko memasukkan telur ke bayi Anda, dan saran bagaimana menyiapkan telur untuk makanan mereka.

Manfaat Telur

Telur banyak tersedia di sebagian besar toko dan pasar. Harganya tidak mahal dan mudah disiapkan, selain itu telur dapat dimasukkan dalam berbagai hidangan untuk sarapan. Dan hal yang lebih baik lagi, setiap telur mengandung sekitar 70 kalori dan 6 gram protein.

Kuning telur, khususnya, mengandung 250 miligram kolin yang membantu aktivitas sel berjalan secara normal. Kolin juga membantu fungsi hati dan mengangkut nutrisi ke area lain di seluruh tubuh, dan bahkan dapat membantu memori bayi Anda.

Apa Risiko Telur Bagi Bayi?

Beberapa makanan dikenal sebagai salah satu penyebab paling umum dari reaksi alergi pada bayi dan anak-anak, dan salah satunya adalah telur.

Kuning telur tidak mengandung protein yang terkait dengan reaksi alergi. Putih telur, di sisi lain, mengandung protein yang berpotensi menghasilkan reaksi alergi ringan hingga parah.

Bayi yang terpapar telur setelah ulang tahun pertama mereka pada kenyataannya lebih mungkin untuk mengembangkan alergi telur daripada bayi-bayi yang diperkenalkan pada telur pada usia antara 4 hingga 6 bulan.

Tanda-Tanda Reaksi Alergi Atau Sensitivitas

Ketika seseorang memiliki alergi makanan, tubuh mereka akan merespons makanan seolah-olah itu berbahaya bagi tubuh. Beberapa sistem kekebalan anak-anak tidak sepenuhnya berkembang dan mungkin tidak dapat menangani protein tertentu dalam putih telur. Akibatnya, jika terkena telur, mereka mungkin merasa sakit, ruam, atau mengalami gejala reaksi alergi lainnya.

Reaksi alergi dapat mempengaruhi kulit, sistem pencernaan, pernapasan, atau kardiovaskular. Gejala-gejalanya mungkin termasuk:

  • gatal-gatal, bengkak, eksim, atau memerah
  • diare, mual, muntah, atau sakit
  • gatal di sekitar mulut
  • pilek atau sulit bernapas
  • detak jantung yang cepat, tekanan darah rendah, dan masalah jantung

Tingkat keparahan gejala tergantung pada sistem kekebalan anak Anda dan jumlah telur yang dikonsumsi. Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi mungkin mengalami reaksi yang lebih serius yang disebut anafilaksis. Gejala anafilaksis termasuk masalah pernapasan dan penurunan tekanan darah. Anafilaksis adalah keadaan darurat medis yang membutuhkan bantuan medis segera.

Kecenderungan memiliki alergi seringkali bersifat turun-temurun. Jika seseorang dalam keluarga Anda alergi terhadap telur, Anda mungkin perlu berhati-hati saat memperkenalkan telur pada bayi Anda.

Jika bayi Anda menderita eksim parah, Anda juga dapat berhati-hati dalam memperkenalkan telur, karena ada hubungan antara kondisi kulit ini dan alergi makanan.

Jika bayi Anda alergi terhadap telur, ada kemungkinan mereka dapat mengatasi alergi mereka di kemudian hari. Banyak anak yang tidak mengalami alergi telur lagi pada usia 5 tahun.

Bagaimana Cara Mengenalkan Telur

Dari usia 7 bulan ke atas, bayi Anda harus makan antara satu dan dua sendok makan protein dua kali sehari.

Saat memperkenalkan makanan baru kepada bayi, selalu merupakan ide bagus untuk menambahkannya secara perlahan dan satu demi satu. Dengan begitu Anda dapat melihat potensial pada reaksi alergi dan makanan apa yang menyebabkannya.

Salah satu cara untuk memperkenalkan makanan adalah menunggu selama empat hari. Untuk melakukan ini, perkenalkan anak Anda telur di hari pertama. Kemudian tunggu empat hari sebelum menambahkan sesuatu yang baru ke dalam makanan mereka. Jika Anda melihat adanya reaksi alergi atau sensitivitas lainnya, hubungi dokter anak Anda.

Cara pertama yang baik untuk memulai memperkenalkan telur adalah dengan kuning telur saja. Berikut adalah beberapa ide cara menambahkan kuning telur ke makanan anak Anda:

  • Rebus telur, kupas kulitnya, dan keluarkan kuning telurnya. Hancurkan bersama dengan ASI, susu formula, (atau susu murni jika bayi Anda berusia di atas 1 tahun).
  • Pisahkan kuning telur dari telur mentah. Panaskan wajan goreng dengan sedikit minyak atau mentega. Orak-arik kuning telur dengan ASI atau susu murni. Anda juga dapat menambahkan satu sendok makan bubur sayuran yang sudah termasuk dalam menu makanan bayi Anda.
  • Pisahkan kuning telur dari telur mentah. Gabungkan dengan setengah cangkir oatmeal matang dan buah-buahan atau sayuran. Orak-arik sampai matang, kemudian potong atau robek menjadi potongan-potongan kecil.

Setelah anak Anda berusia satu tahun atau dokter anak Anda sudah memberi ijin untuk anak Anda memakan seluruh telur, Anda dapat mencoba mengorak-arik seluruh telur dengan ASI atau susu murni. Anda juga bisa menambahkan telur utuh ke pancake, wafel, dan makanan panggang lainnya.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *