Apakah Bayi Anda Sudah Siap Untuk Makanan Padat?

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Makanan padat adalah langkah besar pertama bagi seorang bayi. Maka dari itu, Anda perlu mencari tahu kapan dan bagaimana melakukan peralihan dari ASI atau susu formula ke makanan padat.

ASI atau susu formula adalah satu-satunya makanan yang dibutuhkan bayi Anda, dan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama setelah kelahiran selalu direkomendasikan untuk bayi. Tetapi pada usia 4 hingga 6 bulan, kebanyakan bayi siap untuk mulai makan makanan padat sebagai pelengkap ASI atau susu formula. Selama masa inilah bayi biasanya berhenti menggunakan lidah mereka untuk mendorong makanan keluar dari mulut mereka dan mulai mengembangkan koordinasi untuk memindahkan makanan padat dari depan mulut ke bagian belakang untuk menelan.

Selain usia, perhatikan tanda-tanda lain yang menunjukkan bahwa bayi Anda siap untuk makanan padat. Sebagai contohnya:

  • Bisakah bayi Anda menahan kepalanya dalam posisi mantap dan tegak?
  • Bisakah bayi Anda duduk tegak dengan dukungan atau kursi makan untuk bayi?
  • Apakah bayi Anda suka mengulum tangan atau mainannya?
  • Apakah bayi Anda tertarik dengan apa yang Anda makan?

Jika Anda menjawab “ya” untuk pertanyaan-pertanyaan ini dan dokter bayi Anda juga setuju, Anda dapat mulai menambahkan makanan padat untuk bayi Anda.

Apa yang harus disiapkan?

Lanjutkan pemberian ASI atau susu formula kepada bayi Anda—hingga 32 ons sehari. Kemudian:

  • Mulai dari yang sederhana: Tawarkan makanan dengan bahan tunggal yang tidak mengandung gula atau garam, dan tunggu tiga hingga lima hari di antara setiap makanan baru. Dengan cara ini jika bayi Anda memiliki reaksi alergi—seperti diare, ruam, atau muntah—Anda akan tahu penyebabnya. Setelah memperkenalkan makanan dengan bahan tunggal, Anda bisa menambahkan kombinasi makanan.
  • Nutrisi penting: Zat besi adalah nutrisi penting pada paruh kedua tahun pertama bayi Anda. Nutrisi ini ditemukan dalam daging murni dan sereal, diperkaya zat besi.
  • Sereal bayi: Campurkan 1 sendok makan sereal bayi yang diperkaya zat besi dengan 4 sendok makan (60 mililiter) ASI atau susu formula, namun jangan sajikan menggunakan botol. Sebagai gantinya, bantu bayi Anda duduk tegak dan tawarkan sereal dengan sendok kecil sekali atau dua kali sehari. Sajikan satu atau dua sendok teh setelah minum susu botol atau menyusui. Setelah bayi Anda terbiasa menelan sereal berair, campurlah dengan sedikit cairan dan secara bertahap tingkatkan jumlah yang Anda tawarkan. Tawarkan beragam sereal gandum seperti nasi, oatmeal, atau gandum. Hindari hanya menawarkan sereal beras karena risiko terpapar arsenik.
  • Tambahkan sayuran dan buah-buahan. Lanjutkan secara bertahap memperkenalkan makanan dengan bahan tunggal yang tidak mengandung gula atau garam. Mulailah dengan sayuran pure dan kemudian tawarkan buah-buahan. Tunggu tiga hingga lima hari di antara setiap makanan baru.
  • Tawarkan finger food (artikel lengkap mengenai finger food dapat dilihat di sini).

Bagaimana jika bayi saya menolak diberi makan pertama kali?

Ini merupakan hal yang biasa. Bayi sering menolak porsi pertama dari makanan seperti bubur karena rasa dan teksturnya yang baru. Jika bayi Anda menolak makan, jangan dipaksa. Coba lagi dalam seminggu. Jika masalah terus berlanjut, bicarakan dengan dokter bayi Anda untuk memastikan penolakan mereka bukan pertanda adanya masalah.

Ketahui apa yang tidak boleh diberikan

  • Jangan memberikan susu sapi atau madu sebelum usia 1 tahun. Susu sapi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dan dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi. Sedangkan madu mungkin mengandung spora yang dapat menyebabkan penyakit serius yang dikenal sebagai botulisme pada bayi.
  • Jangan menawarkan makanan yang bisa menyebabkan bayi tersedak. Ketika bayi Anda masih dalam tahap peralihan menuju makan makanan padat, jangan menawarkan daging, keju, anggur, sayuran, atau potongan buah, kecuali mereka dipotong kecil-kecil. Selain itu jangan memberikan makanan keras, seperti biji-bijian atau kacang-kacangan. Makanan berisiko tinggi lainnya termasuk selai kacang dan marshmallow.

Cara memberikan makanan padat untuk bayi

Saat memberi makan bayi Anda, beri dia perhatian penuh. Bicaralah dengan bayi Anda dan bantu dia melalui proses itu. Selain itu, untuk membuat waktu makan menyenangkan:

  • Tetap dalam posisi duduk. Segera setelah bayi Anda dapat duduk dengan mudah tanpa dukungan, gunakan kursi tinggi dengan alas yang luas dan stabil dan juga gesper tali pengaman.
  • Dukung bayi untuk eksplorasi. Bayi Anda kemungkinan akan bermain dengan makanannya. Meskipun berantakan, rasa senang mereka akan membantu perkembangan mereka.
  • Kenalkan peralatan makan. Tawarkan sendok bayi untuk dipegang saat Anda memberinya makan dengan sendok lain. Saat ketangkasan bayi Anda meningkat, dorong bayi Anda untuk menggunakan sendok.
  • Tawarkan cangkir. Menyusui bayi Anda dengan ASI atau susu formula dari cangkir saat makan dapat membantu agar mereka tidak bergantung selamanya pada botol. Sekitar usia 9 bulan, bayi Anda mungkin dapat minum dari cangkir sendiri.
  • Sediakan porsi individu. Jika Anda memberi makan bayi langsung dari botol atau wadah, air liur di sendok dapat dengan cepat merusak sisa makanan. Sebagai gantinya, letakkan porsi dalam piring.
  • Hindari pemaksaan. Jika bayi Anda berpaling dari makanan baru, jangan memaksa mereka. Cobalah lagi lain kali. Pastikan selalu ada variasi dalam makanan bayi Anda.
  • Tahu kapan harus berhenti. Ketika bayi Anda sudah cukup makan, ia mungkin menangis atau berbalik. Jangan memaksakan mereka untuk terus makan. Selama pertumbuhan bayi Anda sesuai target, ia kemungkinan akan cukup makan dengan sendirinya.
facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *