Membantu Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu Anak

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Bayi dilahirkan dengan rasa ingin tahu. Ini adalah keterampilan bawaan yang sangat baik dalam membantu anak-anak kecil untuk belajar secara mendalam dan bertahan lama. Tugas kita adalah untuk memelihara rasa ingin tahu itu dengan mendorong pertanyaan dan eksplorasi anak-anak. Orang tua dapat membantu dengan juga ikut ingin tahu, memberikan jawaban yang baik, dan mengadakan percakapan terbuka.

Sejak lahir, anak-anak menunjukkan kecenderungan yang kuat dan kemampuan untuk mendeteksi keteraturan di sekitar mereka, memperhatikan ketika ada sesuatu yang berbeda atau tidak terduga. Kemampuan untuk mengkategorikan ini membantu mereka memahami sejumlah informasi yang datang kepada mereka.

Keingintahuan membantu anak-anak belajar secara efisien. Ini adalah detektor yang mendorong mereka untuk menjelaskan yang tak terduga dan menyelesaikan ketidakpastian. Dengan menggunakan semua inderanya, mereka menjelajahi sesuatu yang tidak dikenal sampai tidak lagi asing.

Selalu merasa penasaran juga bisa membuat orang lebih bahagia saat dewasa. Orang-orang yang selalu merasa penasaran biasanya adalah orang yang terus belajar dan mendapat kepuasan yang lebih tinggi dengan hidup mereka dibandingkan dengan kebanyakan orang.

Sayangnya, rasa ingin tahu seorang anak terancam hilang karena anak-anak tumbuh dewasa. Bagaimana kita membantu anak-anak mempertahankan keingintahuan alami mereka? Orang tua dapat melakukan setidaknya tiga hal untuk mendorong rasa ingin tahu anak-anak.

Pertama, berikan jawaban yang memuaskan untuk pertanyaan mereka. Pertanyaan anak-anak sangat sensitif terhadap jawaban yang mereka terima. Jika Anda memberi mereka jawaban yang memuaskan, mereka akan menanyakan pertanyaan yang lebih dalam atau lebih baik. Jika suatu tanggapan tidak memuaskan, mereka akan terus menanyakan pertanyaan yang sama, tetapi seiring waktu mereka mungkin akan berhenti bertanya.

Hasil penelitian rasa ingin tahu menunjukkan bahwa anak-anak yang banyak bertanya dan menerima jawaban yang memuaskan adalah mereka yang terus bertanya. Anak-anak yang paling sering merasa tidak penasaran adalah yang paling rentan terhadap respon orang tua yang tampak tidak tertarik atau hanya diam saja. Anak-anak yang datang ke sekolah dengan tingkat keingintahuan yang rendah adalah mereka yang paling perlu dorongan agar mereka bertanya.

Kedua, tunjukkan keingintahuan Anda sendiri—ajukan pertanyaan, cari tahu, selidiki. Anak-anak sangat dipengaruhi oleh orang dewasa yang juga mengajukan banyak pertanyaan, dan mereka akan meniru kemampuan berbahasa dan cara bicara Anda. Anak-anak yang banyak bertanya biasanya memiliki orang tua yang melakukan hal yang sama.

Misalnya ada seorang anak yang bertanya: “Mengapa es mencair?” dan jawaban yang memuaskan mungkin hanya: “Es itu meleleh ketika suhunya tinggi.” Tetapi orangtua bisa lebih jauh dari ini dalam menanggapi rasa ingin tahu, yang merupakan hal ketiga yang dapat Anda lakukan: bersiaplah untuk mengikuti serangkaian pertanyaan (Anda sendiri dan anak Anda) yang mengarah ke arah yang tidak diketahui. Nikmatilah pengalaman berspekulasi, merasa tidak tahu sesuatu, dan harapan bahwa Anda dapat menemukan jawabannya.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *