Menanggapi Perilaku Irasional Balita

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Tentunya anak balita pernah menuntut keinginan mereka untuk dipenuhi. Misalnya, ketika mereka ingin tetap bermain walaupun sudah waktunya tidur, menolak makan makanan yang mereka tidak suka, atau bahkan melempar mangkuk makanan mereka hanya dikarenakan mereka ingin mangkuk warna merah dan bukan biru. Jika Anda pernah mengalami hal yang mirip, Anda tidaklah sendiri. Selamat datang di dunia perilaku irasional balita.

Memang tampak menjengkelkan, tetapi jika dilihat melalui sudut pandang anak dan melalui lensa perkembangan, perilaku ini adalah sangat normal dan bahkan merupakan sebuah tahap yang harus dicapai. Insiden ini tidak perlu ditakuti karena ini adalah kesempatan untuk mengajari anak-anak mengelola emosi mereka dan mengatasi rasa frustasi atau kecewa.

Berikut adalah beberapa faktor penting yang mempengaruhi perilaku anak kecil yang berguna untuk diingat ketika berhadapan dengan perilaku mereka yang menantang:

1) Anak kecil digerakkan oleh emosi, bukan logika, sehingga perilaku irasional adalah hal normal yang tidak bisa dihindari. Bagian otak yang mengendalikan emosi dan tindakan—yang memungkinkan kita untuk berpikir, merencanakan, dan menyelesaikan masalah—tidak mulai berkembang hingga mendekati usia 3 tahun. Kebanyakan anak tidak dapat secara konsisten mengatur diri hingga usia 5 atau 6 tahun; meskipun demikian, kita sebagai orang dewasa pun sering kesulitan dalam mengatur emosi.

2) Balita menjadi semakin sadar bahwa mereka adalah makhluk independen—bahwa mereka dapat memiliki pemikiran dan perasaan yang berbeda dari orang lain. Ini berarti bahwa ketika mereka ingin tidur di tempat tidur Anda, mereka tahu ini bukan yang Anda pikirkan. Pencapaian kognitif baru ini, ditambah dengan dorongan keinginan balita untuk melakukan kontrol atas dunia mereka, mengarah pada upaya keras si balita untuk membuat Anda mengerti cara berpikir mereka. Mereka sangat pintar dan akan mencoba taktik apa saja yang mereka miliki (memanggil nama Anda, mengancam untuk tidak ingin tidur, atau membuat ulah seperti melempar barang) untuk memperoleh hal yang mereka inginkan.

3) Balita memiliki perasaan yang kuat tetapi sedikit kemampuan untuk mengelolanya di usia muda ini. Coba kita pikirkan—banyak orang dewasa yang juga masih berusaha untuk menyadari perasaan mereka dan memilih untuk menindakinya dengan cara yang sehat.

Jadi, apa yang harus dilakukan orang tua?

  • Tetap terkendali saat anak Anda di luar kendali. Mengelola emosi dan reaksi Anda adalah salah satu cara pengasuhan terpenting yang Anda inginkan. Ketika orang tua menjadi reaktif dan emosional, hal itu cenderung meningkatkan kekesalan anak dan mereka akan semakin intens untuk merebut kekuasaan dari Anda. Ketika anak Anda kehilangan kendali, dia membutuhkan Anda untuk tetap tenang dan rasional.
  • Ingatlah bahwa Anda sebenarnya tidak bisa membuat anak Anda melakukan apapun—makan, tidur, buang air kecil, buang air besar, bicara, atau berhenti mengamuk. Apa yang Anda kendalikan adalah bagaimana Anda merespons tindakan anak Anda, karena inilah yang memandu dan membentuk perilaku mereka. Jika mengamuk menghasilkan apa yang mereka inginkan, atau hanya mendapatkan lebih banyak perhatian, anak Anda akan berpikir itu adalah hal yang bagus untuk dilakukan. Ini bukan manipulasi melainkan perhitungan yang cerdas, dan hal ini berarti Anda membesarkan anak yang benar-benar kompeten. Dia mencari tahu cara-cara sukses untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, yang merupakan hal luar biasa. Tugas kita adalah mengajarkan anak-anak kita strategi mana yang efektif dan mana yang tidak.
  • Tunjukkan empati dan akui perasaan mereka. “Ibu tahu kaos biru adalah favoritmu dan kamu kecewa kamu tidak bisa memakainya hari ini, tapi kaos itu sedang dicuci”. Bukan perasaan anak yang menjadi masalah, tapi bagaimana mereka menindaklanjutinya yang bisa bermasalah. Semakin Anda mengakui dan menunjukkan Anda mengerti perasaan mereka, semakin kecil kemungkinan anak akan bertindak di luar kendali ketika sedang emosi.
  • Tetapkan batas dan berikan pilihan yang dapat diterima. “Pilihanmu hari ini adalah kaos merah atau kuning.” Jika anak Anda menolak pilihan yang Anda tentukan, maka biarkan anak Anda tahu bahwa Anda yang akan membuat pilihan. Sang anak mungkin akan marah, dan yang Anda harus lakukan adalah tetap tenang ketika memakaikan kaos padanya dan tinggalkan anak Anda sesudah itu sehingga dia mengalami konsekuensi dari tindakannya. Hal inilah yang pada akhirnya menjadikan anak belajar membuat keputusan yang baik—dengan mengalami hasil dari pilihan mereka dan menilai keputusan mana yang membuat mereka mendapat apa yang mereka inginkan dan mana yang tidak.

Jika kemarahan sang anak membuat Anda mengeluarkan baju biru itu dari mesin cuci atau memberikan yang mereka inginkan, Anda: 1) memberinya harapan keliru bahwa ia akan mendapatkan semua yang diinginkannya, membuatnya lebih sulit baginya untuk belajar menjadi fleksibel dan menerima alternatif; 2) mengirim pesan kepadanya bahwa kemarahan atau penolakan untuk mengikuti kemauan Anda adalah strategi yang berhasil, yang secara alami akan terus ia andalkan; dan 3) membuat anak tidak berpikir dia bisa mengatasi kekecewaan, dan bahwa dia memang bisa bertahan dengan mengenakan baju yang berbeda—membangun fleksibilitas dan keterampilan beradaptasi yang penting.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

6 Cara Membantu Detoks Tubuh Secara Alami

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Detoksifikasi, atau biasa disingkat detoks, adalah suatu proses di mana tubuh membuang racun yang tidak diinginkan yang diperoleh karena polusi lingkungan atau konsumsi berlebihan dari makanan olahan dan cepat saji.

Walaupun hati adalah salah satu organ yang memiliki kemampuan membersihkan semua racun secara berkala, perlu untuk mengikuti tips di bawah ini untuk memastikan bahwa Anda memiliki usus yang sehat dan juga dapat membantu kesehatan kulit Anda.

Berikut adalah tips untuk membantu detoks tubuh Anda secara alami.

1. Makan makanan segar dan bersih

Penyebab paling utama dari penumpukan racun adalah konsumsi makanan yang digoreng, diproses, dan dikemas secara berlebihan. Minyak berlebih, garam, dan gula bertindak sebagai racun dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan dalam waktu dekat. Tidak hanya itu, buah-buahan dan sayuran yang disemprot dengan pestisida juga dapat membahayakan tubuh Anda.

Oleh karena itu, jika Anda ingin mendetoks tubuh Anda, maka sangat penting untuk meringankan beban yang telah tubuh Anda tanggung berulang kali. Pilihlah buah-buahan dan sayuran organik ketimbang mengkonsumsi makanan cepat saji dan makanan olahan. Kurangi konsumsi minyak, garam, dan gula sebanyak mungkin.

2. Minum banyak air

Jika Anda harus mendetoks tubuh Anda maka tidak ada yang lebih baik daripada air. Air tidak hanya penting untuk kelangsungan hidup tetapi juga sama pentingnya untuk menghilangkan racun yang tidak diinginkan yang telah menempati ruang besar di tubuh Anda. Pastikan Anda mengonsumsi setidaknya 4-5 liter air per hari untuk mendapat hasil yang bagus. Air tidak hanya menghilangkan kotoran secara efisien, tetapi juga membantu penurunan berat badan, mengatasi masalah kulit, dan meningkatkan tingkat energi seseorang menjadi optimal. Untuk alternatif lainnya, Anda dapat sesekali memasukkan jeruk atau lemon dengan daun mint, atau stroberi dalam air minum untuk detoks. Tidak hanya enak tetapi juga sangat sehat!

3. Mulai berolahraga

Berolahraga adalah cara paling umum untuk menjadikan tubuh sehat. Ketika Anda berolahraga, Anda akan banyak berkeringat dan keringat adalah cara di mana kulit menghilangkan beberapa racun. Kulit mampu menghilangkan logam seperti arsenik, timbal, dan merkuri melalui keringat. Sama seperti buang air besar dan kecil, berkeringat adalah cara detoks yang efektif. Jadi, berolahraga tidak hanya akan membantu Anda agar tetap bugar dan sehat, tetapi juga akan membantu Anda membuang racun yang tidak diinginkan.

4. Tidur nyenyak dan cukup

Beberapa tahun yang lalu, para ilmuwan menemukan proses detoksifikasi otak yang disebut sistem glymphatic yang terjadi ketika Anda tidur dan kurangnya tidur akan mengganggu sistem glymphatic Anda, menyebabkan penumpukan racun. Tanpa tidur nyenyak dalam jumlah yang tepat secara konsisten, tubuh Anda tidak dapat melakukan detoks secara efektif.

5. Coba puasa

Anda dapat berpuasa dari makanan berat yang biasa Anda makan sekitar satu atau dua hari dan hanya mengonsumsi buah-buahan dan sayuran segar. Hal ini akan memberikan istirahat yang sangat dibutuhkan sistem pencernaan Anda dan membantu dalam menyegarkan tubuh. Anda pasti senang karena efek dari buah dan sayuran terasa dengan cepat karena tidak hanya akan membuat Anda merasa ringan, tetapi akan memberikan istirahat yang cukup untuk usus Anda.

6. Minum smoothie

Smoothie tidak hanya enak tetapi juga bergizi tinggi. Smoothie dapat dibuat menggunakan sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kangkung atau Anda juga bisa menambahkan mentimun, selada, wortel, apel, pisang, dan stroberi ke dalam gelas minuman. Cobalah mengkonsumsinya untuk sarapan Anda atau sebagai minuman larut malam agar merasa segar kembali. Minum smoothie atau jus sayuran secara teratur tidak hanya akan meningkatkan tingkat kekebalan Anda tetapi juga akan secara efisien membantu Anda dengan proses detoks.

Sekarang Anda tahu bahwa Anda dapat dengan mudah melakukan detoks di rumah tanpa perlu menyusun menu khusus untuk melakukan detoks selama berminggu-minggu. Ingatlah bahwa tubuh Anda akan berterimakasih jika Anda menjaganya dengan baik!

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

10 Cara Alami Untuk Menurunkan Tekanan Darah

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Tekanan darah tinggi adalah kondisi berbahaya yang dapat merusak jantung Anda. Namun ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan tekanan darah secara alami, bahkan tanpa memerlukan obat. Berikut adalah 10 cara alami untuk memerangi tekanan darah tinggi.

1. Berjalan dan berolahraga secara teratur

Olahraga adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Olahraga teratur membantu membuat jantung Anda lebih kuat dan lebih efisien dalam memompa darah, yang menurunkan tekanan pada arteri Anda. Hanya dengan berjalan kaki 30 menit sehari dapat membantu menurunkan tekanan darah dan jika Anda berolahraga lebih banyak, hal itu akan membantu menguranginya lebih jauh.

2. Kurangi asupan garam dan gula

Sekitar separuh dari orang-orang dengan tekanan darah tinggi dan seperempat dari orang-orang dengan tekanan darah normal memiliki kepekaan terhadap garam yang dapat menaikkan tekanan darah begitu juga dengan gula. Hindari restoran dan makanan cepat saji dan menukar makanan olahan dengan yang segar dan gunakan bumbu dan rempah-rempah sebagai ganti garam.

3. Kurangi alkohol

Karena minum alkohol dalam jumlah berapapun dapat meningkatkan tekanan darah Anda, kurangi atau batasi minum Anda agar tidak lebih dari satu gelas sehari untuk wanita, dua untuk pria.

4. Makan lebih banyak makanan yang kaya akan kalium

Kalium membantu tubuh Anda menyingkirkan garam dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah Anda. Makanan yang mengandung kalium tinggi termasuk sayuran (sayuran berdaun hijau, tomat, kentang), buah-buahan (melon, pisang, alpukat, jeruk), susu, yogurt, tuna, salmon, kacang-kacangan dan biji-bijian.

5. Kurangi kafein

Kafein dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah jangka pendek, namun bagi banyak orang hal itu tidak menyebabkan peningkatan yang bertahan lama. Jika Anda merasa peka terhadap kafein, cobalah kurangi untuk membantu menurunkan tekanan darah Anda.

6. Belajar mengelola stres

Stres adalah pendorong utama tekanan darah tinggi karena itu membuat detak jantung lebih cepat dan pembuluh darah menyempit. Cobalah untuk mengurangi stres Anda dengan mendengarkan musik yang menenangkan untuk membantu merilekskan sistem saraf Anda dan kurangi pekerjaan Anda jika terlalu banyak.

7. Makan dark chocolate atau cocoa

Dark chocolate dan bubuk coklat atau cocoa mengandung senyawa tanaman yang membantu mengendurkan pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Anda bahkan hanya perlu makan dalam jumlah kecil untuk mendapatkan efeknya.

8. Menurunkan berat badan

Turunnya berat badan dapat membantu pembuluh darah Anda melakukan ekspansi dan kontraksi yang lebih baik, sehingga memudahkan ventrikel jantung kiri untuk memompa darah. Efek ini bahkan akan lebih besar ketika Anda berolahraga.

9. Berhenti merokok

Setiap kepulan asap rokok menyebabkan sedikit peningkatan tekanan darah sementara. Zat kimia dalam tembakau juga diketahui merusak pembuluh darah. Karena merokok dan tekanan darah tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung yang berfungsi memompa darah, berhenti merokok dapat membantu mengurangi resiko naiknya tekanan darah.

10. Minum suplemen alami

Beberapa suplemen alami juga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan disarankan untuk dikonsumsi jika Anda memiliki tekanan darah tinggi. Beberapa di antaranya adalah bawang putih (atau ekstrak bawang putih tua), berberin, minyak ikan, dan teh kembang sepatu.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Mitos Cara Merawat Bayi Yang Baru Lahir

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Semua orang tua ingin merawat bayi mereka dengan cara terbaik. Anda mendengarkan setiap saran yang diberikan oleh orang tua Anda di keluarga atau oleh teman-teman Anda ketika datang untuk merawat bayi Anda. Sebagai hasilnya, Anda bahkan mulai mempercayai mitos kuno dan berpikir bahwa itu baik untuk bayi kita. Tetapi benarkah demikian? Berikut akan kami bahas informasi tentang mitos perawatan bayi baru lahir yang umum dan fakta yang terkait dengannya.

1. Mitos: Pijat minyak adalah tradisi kuno yang tidak perlu dilakukan.

Fakta: Pijat dengan minyak sudah lama ada dalam budaya India, tetapi ini tidak berarti bahwa praktik kuno ini harus diganti atau dilakukan tanpa itu. Memijat bayi dengan minyak dianjurkan karena membantu sirkulasi darah yang lebih baik di tubuh bayi Anda dan juga membantu mendorong mereka untuk tidur.

2. Mitos: Tumbuh gigi pada bayi dapat menyebabkan demam.

Fakta: Proses tumbuh gigi pada bayi dimulai sekitar usia 6 bulan dan berlanjut hingga usia 24 bulan. Bayi yang lebih muda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga mereka mudah tertular infeksi atau penyakit lainnya. Jika bayi Anda demam dan ia mulai tumbuh gigi pada saat yang sama, hal itu tidak berarti ia menderita demam karena tumbuh gigi. Anda mungkin melihat sedikit peningkatan suhu bayi Anda jika ia tumbuh gigi, tetapi itu tidak bisa dikatakan demam. Namun, jika bayi Anda demam, maka jangan menganggapnya sebagai gejala tumbuh gigi. Bawalah dia ke dokter agar Anda dapat saran yang terbaik.

3. Mitos: Menggendong bayi dalam jangka waktu yang lama dapat membuat bayi menjadi manja.

Fakta: Satu-satunya cara komunikasi bayi adalah dengan menangis. Menangis adalah cara bayi mendapatkan perhatian orang tuanya dan memenuhi kebutuhannya. Selain itu, selama bulan-bulan awal, bayi membutuhkan lebih banyak kontak kulit ke kulit dan membutuhkan kenyamanan yang konstan. Jadi, jika Anda menggendong bayi Anda, maka tidak ada yang salah dan Anda tidak memanjakannya. Namun, tentu saja Anda juga tidak perlu menggendongnya sepanjang waktu.

4. Mitos: Ibu menyusui harus makan makanan hambar.

Fakta: Sebagai ibu menyusui Anda mungkin diminta untuk menghindari makanan tertentu yang dapat menyebabkan alergi seperti kacang-kacangan, susu, kedelai, kacang tanah, kerang, ikan, dan lain-lain. Namun di luar itu, Anda dapat makan makanan apapun yang Anda inginkan karena dapat membantu bayi Anda mengembangkan rasa untuk berbagai makanan melalui ASI. Hanya saja, Anda harus benar-benar menghindari alkohol, minuman berkafein dalam jumlah berlebihan, dan makanan berbahaya lainnya. Selama beberapa hari Anda juga perlu menghindari makanan pedas tetapi bukan berarti Anda harus makan makanan hambar.

5. Mitos: Bayi yang diberi susu formula lebih sehat.

Fakta: ASI harus menjadi satu-satunya sumber nutrisi bagi bayi selama enam bulan pertama hidupnya. Namun, jika karena alasan tertentu Anda tidak dapat menyusu bayi Anda, Anda akan diminta untuk memberikan susu formula kepada bayi Anda. Hal ini mungkin dapat dikatakan sehat tetapi tidak lebih sehat daripada ASI karena ASI penuh dengan nutrisi dan antibodi yang tidak bisa disandingkan dengan susu formula.

6. Mitos: Bayi yang baru lahir harus selalu berada di dalam rumah.

Fakta: Bayi yang baru lahir biasanya sangat rentan dan membutuhkan perhatian ekstra, oleh karena itu orang menyarankan untuk tidak membawanya keluar. Tetapi tidak ada salahnya membawa bayi Anda keluar dan membiarkannya menghirup udara segar kecuali kondisi cuaca sangat buruk. Membawa bayi Anda keluar rumah juga merupakan salah satu cara terbaik untuk membangun kekebalan bayi Anda.

7. Mitos: Sereal beras harus ditambahkan ke botol susu sebelum tidur agar tidur mereka nyenyak.

Fakta: Seorang bayi harus diberi hanya ASI dan memberinya makan atau minum melalui botol harus dihindari, sampai atau kecuali Anda tidak dapat melakukannya tanpa itu. Tetapi jika Anda memberikan susu formula, maka Anda harus menunggu setidaknya 4 hingga 5 bulan sebelum Anda menambahkan jenis sereal dalam makanan bayi Anda karena dapat menyebabkan komplikasi medis pada bayi seperti obesitas dan masalah medis lainnya.

8. Mitos: Bayi juga harus diberi minum air.

Fakta: Tidak. Air tidak boleh diberikan kepada bayi sebelum usia enam bulan karena ASI memiliki cukup air untuk memuaskan rasa haus dan lapar bayi.

9. Mitos: Bayi dapat tidur lebih baik jika diletakkan di atas perutnya.

Fakta: Bayi harus selalu dibuat tidur terlentang dan jangan pernah di perut mereka. Membuat bayi tidur dengan perut di bawah membuatnya berisiko terkena SIDS atau sindrom kematian bayi mendadak. Jadi, selalu buat dia tidur terlentang.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Apakah Anak Anda Belum Bisa Atau Telat Berbicara?

“Indonesia’s most trusted source for lowest prices for baby brands”
Open Reseller! Shoppe:RyanGrosirOnline / Toped:Ryan Club Grosir Online / Insta:ryanbabywear ______________________________________________

Sebagai orang tua, tentunya Anda akan bersabar menanti kata pertama yang dapat diucapkan anak Anda yang juga dapat membuat Anda merasa kecewa atau khawatir ketika mereka mereka masih belum dapat berbicara. Tetapi kabar baiknya adalah bahwa sebagian besar anak-anak yang tampaknya “terlambat” belajar berbicara dapat mengejar tanpa masalah pada saat mereka berusia sekitar 2 tahun. Sekitar satu dari empat anak adalah pembicara yang terlambat — dan sebagian besar tidak memerlukan bantuan khusus untuk membuat mereka dapat melakukannya. Berikut adalah garis besar perkembangan anak Anda dalam perkembangan wicara mereka dan bagaimana cara mengetahui apakah Anda perlu menemui spesialis.

Apa Yang Normal?

Meskipun kemampuan wicara berkembang dengan cara yang hampir sama untuk semua anak, waktu yang dibutuhkan dapat sangat bervariasi. Aturan umumnya, anak-anak harus dapat mengatakan satu kata pada sekitar usia 1 tahun, kombinasi dua kata pada 18 bulan hingga 2 tahun, dan kalimat dengan tiga kata sebelum mereka berusia 3 tahun. Menurut hasil evaluasi keterlambatan bicara anak, kemampuan pemahaman sang anak sama pentingnya dengan seberapa banyak dia berbicara. Misalnya, meskipun seorang anak berusia 18 bulan hanya dapat mengatakan 50 hingga 100 kata, dia dapat lebih memahami sesuatu walaupun dia tidak dapat berbicara banyak. Jika anak membuat gerakan seperti menunjuk dan dapat mengikuti instruksi, hal tersebut membuktikan bahwa anak Anda mengerti dan berkomunikasi, sehingga Anda tidak perlu khawatir akan keterlambatan mereka.

Alasan di Balik Keterlambatan Bicara

Keturunan dan tabiat dapat membuat seseorang terlambat berkembang, contohnya orang tua yang menawarkan setiap kebutuhan anak (dengan bertanya seperti “Apa kamu mau minum susu?”) daripada membiarkan mereka berbicara atau meminta sendiri. Beberapa anak yang cenderung menjadi pembicara yang terlambat termasuk:

  • Anak laki-laki: Mereka sering mengembangkan kemampuan wicara lebih lambat daripada perempuan, meskipun biasanya hanya ada jeda sekitar satu hingga dua bulan. Pada usia 16 bulan, anak laki-laki menggunakan sekitar 30 kata, sedangkan anak perempuan cenderung menggunakan sekitar 50 kata.
  • Bayi prematur: Bayi yang lahir awal seringkali membutuhkan waktu lebih lama daripada yang lain untuk mencapai tahap dia dapat menguasai sesuatu, namun pada usia 2 tahun mereka biasanya dapat mengejar anak sebayanya. Ahli anak mengatakan bahwa ketika mengukur perkembangan bayi prematur, orang tua harus mulai menghitung dari tanggal jatuh tempo anak, bukan tanggal kelahirannya.
  • Anak kembar: Para ahli memperkirakan bahwa sebanyak 50 persen dari semua anak kembar mengalami keterlambatan bahasa. Prematuritas, berat badan saat lahir yang rendah dan intervensi medis saat lahir—yang semuanya terjadi lebih sering dalam melahirkan anak kembar—dapat berkontribusi pada keterlambatan bahasa.
  • Anak-anak dengan infeksi telinga kronis: Jika cairan di telinga bertahan selama berbulan-bulan pada suatu waktu—terutama selama tahun pertama, ketika seorang anak mulai memproses bahasa—hal ini dapat menyebabkan pendengaran yang buruk dan menunda kemampuan wicara.
  • Anak-anak yang fokus pada keterampilan lain: Jika seorang anak terlambat bicara tetapi perkembangan keseluruhannya berjalan sesuai jadwal, ia mungkin hanya mencoba untuk menyempurnakan satu keterampilan, misalnya seperti berjalan.

Tanda-Tanda Anak Anda Mungkin Mengalami Keterlambatan

Sebelum anak Anda mencapai usia 2 tahun, ada banyak variasi dalam apa yang dianggap normal. Tetapi beberapa tanda yang mungkin menunjukkan ia membutuhkan bantuan:

  • Pada usia 1 tahun: Dia tidak mengoceh atau berbicara dalam kalimat buatannya sama sekali, atau dia sepertinya tidak mengerti atau merespons ketika Anda berbicara.
  • Pada usia 18 bulan: Dia belum mengatakan setidaknya satu kata.
  • Pada usia 2 tahun: Dia mengatakan hanya beberapa kata dan berkomunikasi sebagian besar melalui gerutu dan menunjuk, atau dia kehilangan keterampilan bahasa—entah kosa katanya telah menyusut atau dia tidak lagi banyak bicara.
  • Pada usia 2,5 tahun: Dia masih berbicara dalam suku kata tunggal, menjatuhkan konsonan akhir, atau tidak memiliki kosakata sekitar 50 kata.
  • Pada usia 3 tahun: Orang asing tidak bisa mengerti pelafalannya, atau dia berbicara hanya menggunakan frasa dua kata yang sederhana.

Apa Yang Harus Dilakukan?

Sebelum usia 2,5 tahun, mendengarkan suara Anda adalah cara yang bagus bagi anak Anda untuk belajar berbicara, jadi bacalah dengan lantang, nyanyikan lagu dan ajukan pertanyaan terbuka untuk mengundang percakapan. Meniup gelembung dapat mengembangkan otot-otot mulut, dan telepon mainan dapat mendorong mereka untuk berbicara.

Sebagian besar anak-anak yang terlambat bicara pada akhirnya akan menyusul anak sebayanya. Tetapi jika Anda memiliki kekhawatiran tentang anak Anda, jangan ragu untuk membicarakannya dengan dokter anak Anda. Waktu terbaik untuk mendapatkan bantuan profesional adalah ketika anak Anda sekitar 2,5—usia ketika anak yang terlambat berkembang biasanya mengejar ketinggalan mereka.

Ketahuilah bahwa banyak orang-orang sukses yang dulunya tidak dapat mulai berbicara sampai mereka berusia 2 tahun—dan, dalam beberapa kasus, 4 tahun!

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather